Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PAI STAI Muhammadiyah Bandung Kuatkan Pengabdian Masyarakat Melalui Inovasi Penyelenggaraan Pengajian di Desa Sumbersari iim ibrohim; Rahmat Fadhli; Eka Iskandar; Mukhlishah Mukhlishah; Muhtadin Muhtadin; Mirna Kartika
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i1.5408

Abstract

AbstrakPengajian merupakan salah satu sarana dakwah dalam Islam yang paling efektif dalam menguatkan pondasi keagaaman umat muslim. Melalui aktivitas ini, masyarakat akan terfasilitasi dalam melakukan pendalamaan terhadap materi-materi keislaman. Selain itu, ini juga menjadi wadah bagi jamaah untuk saling bersilaturahmi. Hanya saja dalam beberapa tahun terakhir ini, animo masyarakat untuk mengikuti pengajian mengalami penurunan. Hal ini juga terjadi di Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung dimana jumlah jamaah dari waktu ke waktu mengalami penurunan secara kuantitas. Berangkat dari fenomena tersebut, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Bandung bekerjasama dengan Pimpinan Ranting (PRM) Muhammadiyah Sumbersari melakukan beberapa strategi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pengajian. Strategi tersebut diimplementasikan dalam bentuk inovasi penyelenggaraan pengajian melalui metode ceramah sekaligus dikombinasikan dengan on the spot training yaitu melakukan beberapa program bimbingan dan pendampingan kepada masyarakat setempat. Selain itu, salah satu bentuk inovasi pengajian yang digagas oleh STAIM Bandung dan PRM Sumbersari adalah adanya program Subhad (Subuh Ahad), yaitu program ngariung atau berkumpul dengan seluruh jamaah untuk ngopi bersama setelah pengajian di hari Ahad subuh secara gratis. Hasilnya adalah animo masyarakat mengikuti pengajian semakin meningkat dan jalinan tali silaturhmi antar sesama jamaah semakin kuat. Kata Kunci : pengajian, inovasi, on the spot training AbstractHalaqah is one of the most effective way in Islam to strengthen the muslims religious foundation. Through that activity, the community will get the opportunity to understand and deepeen the Islamic materials. In addition, this is also a place for the worshippers to stay in touch with each other. However, in the last few years, the public's interest in attending the halaqah has gradually decreased. It can be seen in Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung as the example where the number of worshipers from time to time had show a decrease in quantity. Based on this phenomenon, the Islamic Religious Education Study Program (PAI) Muhammadiyah Islamic College (STAIM) Bandung in collaboration with the Branch Leaders (PRM) of Muhammadiyah Sumbersari carried out several strategies to increase the quantity and quality of the halaqah. This strategy is implemented in the form of innovation in organizing halaqah through the lecture method as well as combined with on the spot training by conducting several guidance and mentoring programs for the local community. Other than that, another innovation initiated by STAIM Bandung and PRM Sumbersari to increase the local people participation in halaqah is by conducting the program Subhad (Subuh Ahad) which means a dawn at sunday. That program is designed simply like a gathering for all the local people in the Sunday Dawn called "ngariung" to have a coffee for free after the halaqah end up. The result showed that that the public's interest or the whorsipper interest in attending the halaqah is increasing and the relationship between fellow worshipers among each other is getting stronger. Keywords: Halaqah, Innovation, on the spot training
Meningkatkan Kualitas Madrasah Takmiliyah Awaliyah Melalui Pengaktifan Ikatan Remaja Masjid dan Penataan Kurikulum iim ibrohim; Ai Yanti Nurkamilati; Muhatadin Muhatadin; Mukhlishah Mukhlishah
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i1.5409

Abstract

 ABSTRAKKehadiran madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) di lingkungan masyarakat, memiliki peran yang sangat vital. Di madrasah DTA, para remaja akan dididik dan dibina dengan ajaran Islam. Saat itu dilakukan, maka pada diri generasi bangsa tersebut akan tumbuh keimanan yang kuat serta akhlak mulia yang merupakan tujuan dari Pendidikan Nasional bangsa Indonesia. Untuk madrasah DTA yang lebih baik, perlu dilakukan pembinaan remaja. Apalah artinya madrasah DTA tanpa kehadiran para remaja yang memiliki semangat tinggi untuk mendalami ajaran Islam. Selain itu, diperlukan pula pembenahan kurikulum ideal yang sesuai kebutuhan. Masyarakat pada Rukun Warga 11 Kelurahan Kopo Kecamatan Bojongloa Kaler Kota Bandung, memiliki madrasah DTA. Sayangnya, semangat para remaja untuk belajar di sana terlihat rendah. Pun pada keberlangsung pembelajarannya, belum nampak kurikulum ideal. Para santri hanya hanya mengikuti pembelajaran sesuai kehendak para pengajarnya.Dengan dilakukan pembinaan remaja dan pembenahan pada kurikulumnya, kualitas madrasah DTA di Rukun Warga 11 Kelurahan Kopo Kecamatan Bojongloa Kaler Kota Bandung, menjadi meningkat. Para remaja mulai bersemangat datang ke masjid/madrasah, serta mempelajari materi pelajaran yang jelas. Berlahan tapi pasti, dengan dilakukannya pengaktifan kembali Ikatan Remaja Masjid dan penataan kurikulum, dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, madrasah kembali didatangi para santri untuk belajar mengaji.  Setidaknya terdapat 12%, atau sekitar 18-24 santri warga yang konsisten terus datang. Jika program pengabdian terus dilakukan, jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah, dan madarasah akan kembali ramai oleh santri. Kata Kunci: Madrasah DTA, Remaja, Masjid, Kurikukum.  ABSTRACTThe attendance of madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) in the community has a very vital role. At madrasah DTA, teenagers will be educated and nurtured with Islamic teachings. When that is done, then the nation's generation will grow strong faith and noble character which is the 0bjective of the Indonesian National Education.For better madrasah DTA, it is necessary to conduct teenagers development. What is the meaning of a madrasah DTA without the presence of teenagers who have high enthusiasm to explore Islamic teaching, In addition, it is also necessary to reform the ideal curriculum according to needs.The community at the 11th hamlet Kopo urban Village, Bojongloa Kaler sub-district, Bandung City, has a madrasah DTA. Unfortunately, the enthusiasm of teenagers to learn there looks low. Even in the ongoing learning, the ideal curriculum does not yet appear. The students only follow the lessons according to the wishes of the teachers.With teenagers coaching and improvements to curriculum, the quality of madrasah DTA at the 11th hamlet Kopo urban Village, Bojongloa Kaler sub-district, Bandung City, has increased. Teenagers are getting excited to come to the mosque/madrasah, and learn clear subject matter.Slowly but surely, with the re-activation of the Mosque Youth Association and reorganization of curriculum, in less than a month, the madrasah were again visited by students to learn reciting the Koran. There are at least 12%, or about 18-24 resident students who consistently keep coming. If the service program continues, this number will certainly continue to grow, and madrasah will be bustling with students again.Keywords: Madrasah DTA, teenagers, Mosque, Curriculum.