Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN SABUN ABU GOSOK DARI LIMBAH MINYAK JELANTAH SEBAGAI MEDIA PENGHILANG MALAM BATIK PADA TANGAN PEMBATIK DI DESA BUGANGAN Futya Millatina; Ika Yuliawati; Ratna Sukmawati
Jurnal Difusi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.56 KB) | DOI: 10.35313/difusi.v3i1.1947

Abstract

Para pembatik di Desa Bugangan menggunakan solar atau premium untuk menghilangkan lilin/malam yang menempel pada tangan. Solar atau premium mempunyai dampak negatif terhadap kesehatan apabila digunakan sebagai media cuci tangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan sebagai pemberdayaan masyarakat dalam bentuk memberikan penyuluhan dan pelatihan bagi pengrajin batik tulis di Desa Bugangan tentang pembuatan sabun abu gosok dari limbah minyak jelantah sehingga diharapkan dalam kegiatan ini masyarakat mengetahui dampak negatif dari pembuangan minyak jelantah ke lingkungan dan penggunaan solar atau premium sebagai media penghilang malam serta dapat meningkatkan keahlian masyarakat dalam pembuatansabun abu gosok berbahan dasar limbah minyak jelantah. Metode kegiatan menggunakan metode penyuluhan, pelatihan serta monitoring dan evaluasi. Metode penyuluhan digunakan pada kegiatan pemaparan materi mengenai dampak negatif penggunaan solar atau premium yang biasa digunakan oleh para pembatik dan pemanfaatan minyak jelantah yang dapat digunakan untuk bahan dasar pembuatan sabun abu gosok. Metode pelatihan dan pendampingan digunakan pada kegiatan pembuatan sabun abu gosok dari minyak jelantah. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memonitoring dan mengevaluasi produk sabun abu gosok yang telah dibuat oleh peserta. Kegiatan pengabdian masyarakat dinyatakan berhasil. Hal ini dapat dilihat dari 85 % dari total peserta dapat menjawab post test dengan benar dan 82,5 % dari total peserta dapat melakukan dan mengikuti cara kerja sesuai pada modul pelatihan. Kata kunci: penyuluhan, pelatihan, sabun, penghilang malam
OPTIMASI VOLTASE DAN WAKTU PADA ELEKTRODEKOLORISASI ZAT WARNA INDIGOSOL GOLDEN YELLOW IRK DENGAN ELEKTRODA PbO2 DAN GRAFIT (C) Jamal Adi Prasetiyo; Futya Milatina; Ika Yuliawati
E-Jurnal Kajen Vol 1 No 01 (2017): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 01 No 01 (2017)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pewarna sintetis pada industri tekstil telah meningkat seiring dengan perkembangan zaman. Salah satu pewarna sintetis yang sering digunakan dalam industri tekstil adalah pewarna Indigosol Golden Yellow IRK. Pewarna tersebut termasuk pewarna yang larut dalam pembuluh. Penggunaan bahan pewarna sintetis memiliki dampak negatif karena pewarna sintetis mengandung zat berbahaya seperti kelompok azo yang dapat menjalani sirkulasi enterohepatik dalam tubuh. Untuk mengatasi polusi atau dampak negatif dari penggunaan metode elektrodekolorisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kondisi optimal yang meliputi tegangan dan waktu yang dibutuhkan untuk menggradasi atau merusak metode elektrolisis zat warna. Studi optimasi dilakukan dengan mengelektrolisis Indigosol Golden Yellow IRK sebanyak 40 ml H2O2 konsentrasi 20 ppm hingga 10.000 mg / L, sekitar 4 ml 0,71 gram Na2SO4 sebagai elektrolit dan H2SO4 ditambahkan hingga pH 4. Analisis hasil diukur menggunakan spektrofotometri UV long-Vis.yang gelombangny didapat dari riset nugroho. Data penelitian menunjukkan bahwa elektrolisis menggunakan elektroda grafit dengan PbO2 pada pewarna elektrodekolorisasi Golden Yellow IRK Indigosol mampu menggradasi warna hingga 95,63% dalam 6 volt selama 5 menit. Hasilnya lebih baik daripada penelitian Sigit Nugroho sebesar 90% yang menggunakan elektroda grafit.