Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN TEKNIK FORMASI REGU TEMBAK DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PECAHAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN 3 KALIWINASUH TAHUN AJARAN 2012/2013 Yuliastuti, Ika
KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN Vol 2, No 4 (2014): KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN
Publisher : KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Ika Yuliastuti. PENERAPAN TEKNIK FORMASI REGU TEMBAK DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PECAHAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN 3 KALIWINASUH TAHUN AJARAN 2012/2013. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. April 2013 Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran dengan Teknik Formasi Regu Tembak yang dapat meningkatkan pembelajaran pecahan pada mata pelajaran matematika siswa kelas V SDN 3 Kaliwinasuh tahun ajaran 2012/2013; (2)  meningkatkan pembelajaran pecahan pada mata pelajaran matematika siswa kelas V SDN 3 Kaliwinasuh tahun ajaran 2012/2013 dengan Teknik Formasi Regu Tembak. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan rancangan penelitian siklus. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 (tiga) siklus dan setiap siklus terdiri atas 2 (dua) pertemuan. Tiap siklus terdiri atas 4 unsur yaitu: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) pengamatan; (4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 3 Kaliwnasuh yang berjumlah 26 siswa dengan 14 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Sumber datanya yaitu siswa, guru kelas V dan teman sejawat. Alat pengumpul data menggunakan lembar instrumen tes berupa butir soal tes, sedangkan instrumen non-tes berupa lembar observasi, pedoman wawancara dan anecdotal record. Validitas hasil penelitian ini menggunakan triangulasi teknik pengumpulan data dan sumber data. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, (1) penerapan Teknik Formasi Regu Tembak yang dapat meningkatkan pembelajaran pecahan mata pelajaran matematika siswa kelas V SDN 3 Kaliwinasuh dilakukan dengan langkah-langkah antara lain menetapkan tujuan, menjelaskan materi, membagi kelompok regu tembak, menyusun kursi dalam formasi barisan berhadapan, memisahkan kursi setiap kelompok regu tembak, menempati kursi berdasarkan kelompok regu tembak, membagi kartu soal, melaksanakan tembak dan jawab soal serta menganalisa hasil jawaban dari tembak dan jawab soal. Hal tersebut terbukti dengan peningkatan proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa pada setiap tindakan siklus. Rata-rata nilai hasil observasi siswa yaitu 79,04 pada siklus I menjadi 79,52 pada siklus II dan pada siklus III menjadi 79,67; (2) penerapan Teknik Formasi Regu Tembak dapat meningkatkan pembelajaran pecahan pada mata pelajaran matematika siswa kelas V SD Negeri 3 Kaliwinasuh, terbukti dengan adanya peningkatan rata-rata nilai hasil tes dan peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar siswa. Hasil tes dari siklus I, siklus II dan siklus III selalu meningkat yaitu dari 74,52 menjadi 78,17 dan meningkat lagi menjadi 79,52. Pada siklus I persentase ketuntasan hasil belajar siswa yaitu 86,54% kemudian pada siklus II menjadi 90,39% dan meningkat menjadi 94,23% pada siklus III. Kata Kunci: Penerapan, Teknik Formasi Regu Tembak, Pembelajaran, Matematika ABSTRACT Ika Yuliastuti. PENERAPAN TEKNIK FORMASI REGU TEMBAK DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PECAHAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN 3 KALIWINASUH TAHUN AJARAN 2012/2013. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. April 2013 The purpose of this study was (1) describe the steps of learning the technique Shoot Formation Team to enhance learning fractions in math class V students SDN 3 Kaliwinasuh academic year 2012/2013, (2) increase learning fractions in math class students V SDN 3 Kaliwinasuh academic year 2012/2013 with the Engineering Team Shoot Formation. This research is Classroom Action Research (CAR) using a research design cycle. This study was conducted in three (3) cycles. Each cycle consists of four elements, namely: (1) planning, (2) implementation, (3) observation, (4) reflection. The subjects were students of class V SDN 3 Kaliwnasuh, some 26 students with 14 male students and 12 female students. To support this research, the researchers collaborated with classroom teachers V SDN 3 Kaliwinasuh and assisted by 2 colleagues as an observer. Data collection tool using test instruments such as sheets of test items, while the non-test instruments such as observation sheets, interview guides and anecdotal records. The validity of these results using triangulation. The data analysis technique used is quantitative data analysis techniques and qualitative data analysis includes data reduction, data presentation, and conclusion / verification data. Based on the results of this study concluded, (1) the application technique Shoot Formation Team to improve mathematics learning fractions SDN grade 3 Kaliwinasuh done by steps such as setting goals, explaining the material, dividing the group firing squad, arrange chairs in formation the line of sight, separating each group firing squad seat, seat occupied by a group firing squad, split about cards, carry fire and answer questions and analyze the answers of the fire and answer questions. This is evident by the increase in the learning process undertaken by the students in each action cycle. The average value of the observation of the students 79.04 to 79.52 in the first cycle in the second cycle and the third cycle to 79.67; (2) the application technique Shoot Formation Team can improve learning fractions in mathematics fifth grade elementary school students 3 Kaliwinasuh country, as evidenced by an increase in average test scores and increase the percentage of students' mastery of learning outcomes. Test results from the first cycle, second cycle and third cycle always increased from 74.52 to 78.17 and increased to 79.52. In the first cycle, the percentage of mastery learning outcomes of students ie 86.54% after the second cycle to be increased to 90.39% and 94.23% in the third cycle. Keywords: Application, Engineering Team Shoot Formation, Learning, Mathematics
NILAI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DALAM CERPEN JALAN LAIN KE ROMA KARYA IDRUS DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS X SMA Ika Yuliastuti
SURYA BAHTERA Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.573 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik cerpen Jalan Lain ke Roma karya Idrus; (2) nilai pendidikan antikorupsi cerpen Jalan Lain ke Roma karya Idrus; dan (3) skenario pembelajaran cerpen dengan materi unsur intrinsik dan nilai pendidikan antikorupsi yang terdapat dalam cerpen Jalan Lain ke Roma karya Idrus di kelas X SMA. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Tekhik analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Berdasarkan dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik cerpen Jalan Lain ke Roma karya Idrus, meliputi tema, yaitu perjuangan Open untuk berterus terang dalam segala hal; tokoh dan penokohan, yaitu Open sebagai tokoh utama dan beberapa tokoh lainnya yang dapat mendukung cerita; alur yang meliputi lima tahapan, yaitu tahap penyituasian, pemunculan konflik, peningkatan konflik, klimaks, dan penyelesaian yang disajikan secara runtut; latar, yang meliputi latar tempat, waktu, dan sosial; sudut pandang yang digunakan pengarang adalah narrator observer; majas, yang meliputi perumpamaan, kiasan, penginsanan, alegori, alusi, elipsis, gradasi, oksimoron, dan hiperbola. Penggunaan majas tersebut efektif digunakan dalam cerpen karena dapat menyampaikan gagasan pengarang secara utuh tanpa menimbulkan salah tafsir oleh pembaca; dan amanat yang secara tersirat pengarang berpesan kepada pembaca agar menjunjung nilai kejujuran; (2) nilai pendidikan antikorupsi cerpen Jalan Lain ke Roma karya Idrus, meliputi nilai kejujuran, kemandirian, tanggung jawab, kedisiplinan, kerja keras, kesederhanaan, dan keberanian; dan (3) skenario pembelajaran cerpen dengan materi unsur intrinsik dan nilai pendidikan antikorupsi dalam cerpen Jalan Lain ke Roma karya Idrus di kelas X SMA, terdiri dari (a) menyampaikan materi tentang unsur intrinsik cerpen dan nilai pendidikan antikorupsi yang terdapat dalam cerpen; (b) menugasi siswa untuk membaca cerpen; (c) menugasi siswa untuk membuat ringkasan isi cerita; (d) menugasi siswa untuk mengidentifikasi dan menganalisis unsur intrinsik dan nilai-nilai pendidikan antikorupsi yang terdapat pada cerpen; (e) menugasi siswa untuk mendiskusikan hasil analisis kepada teman kelompok; dan (f) memberikan kesempatan kepada siswa untuk melaporkan hasil pekerjaan; serta (g) merefleksi kembali hasil pembelajaran dengan metode tanya jawab.   Kata kunci: unsur intrinsik, nilai pendidikan antikorupsi, skenario pembelajaran