Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi bagaimana tingkat optimasi penggunaan faktor-faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, modal, sarana produksi (bibit, pupuk, obat-obatan) usahatani kentang di daerah penelitian, mengetahui pendapatan petani kentang di daerah penelitian, serta mengetahui kelayakan usahatani kentang di daerah penelitian. Metode penentuan daerah penelitian dilakukan secara “purposive” yaitu Nagori Purbatua Baru, Kecamatan Pematang Silimakuta, Kabupaten Simalungun. Dasar pemilihan daerah penelitian ini adalah berdasarkan potensi wilayah sebagai sentra produksi kentang. Disamping itu kentang merupakan sumber mata pencaharian di daerah penelitian. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 32 responden. Analisis data dilakukan dengan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani kentang luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk Urea, pupukTSP, pupuk KCl, pupukNPK, pestisida Victori, pestisida Wendri, pestisida Curacron, pestisida Confidor, peralatan pompa dan ember melebihi optimal, sehingga perlu dilakukan penggunaan luas lahan milik sendiri, pengurangan tenaga kerja, pengurangan pupuk dan pestisida, serta pengurangan penggunaan peralatan pompa dan ember, sehingga biaya produksi dapat dikurangi. Sedangkan peralatan goni belum optimal. Besarnya pendapatan usahatani wortel sebesar Rp. 22.558.310.83pertani atau Rp. 37.421.483,78 perhektar permusim tanam. Nilai OIR usahatani kentang di daerah penelitian adalah sebesar 2,76, hal ini menunjukkan bahwa usahatani kentang tersebut layak. Kata kunci : Faktor Produksi, Optimasi, Pendapatan, OIR