Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kayu Bayur Sulawesi (Pterospermum celebicum Miq.) dengan Metode Penangkapan Radikal Bebas DPPH (2,2-diphenyl-1-picryl-hydrazyl) Sapri Sapri
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 3 (2011): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v1i3.33

Abstract

An antioxidant activity test of Bayur Sulawesi (Pterospermum celebicum Miq.) wood ekstract by method of the scavenging free radical DPPH (2,2-diphenyl-1-picryl-hydrazyl) had been performed. The research was aimed to establish antioxidant activity of Bayur Silawesi (P. celebicum Miq.) wood extract in scavenging the free radical DPPH. The extraction was conducted by maceration method with methanol and subsequently was partitioned by n-hexan, chloroform and ethyl acetat, and tested for free radical DPPH scavenger activity. Results of antioxidant activity test indicated that IC50 value of methanol, n-hexan, chloroform and ethyl acetat extracts were 263 ppm, 277.5 ppm, 240.95 ppm and 172.9 ppm. Key words: Antioxidant activity, Bayur Sulawesi (Pterospermum celebicum Miq.), free radical DPPH ABSTRAK Telah dilakukan penelitian uji aktivitas antioksidan ekstrak kayu Bayur Sulawesi (Pterospermum celebicum Miq.) dengan metode penangkapan radikal bebas DPPH (2,2-diphenyl-1-picryl-hydrazyl). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak kayu Bayur Sulawesi (P. celebicum Miq.) dalam penangkapan radikal bebas DPPH. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol dan selanjutnya dipartisi dengan n-heksan, kloroform dan etil asetat dan diuji aktivitas penangkapan radikal bebas DPPH. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa nilai IC50 dari ekstrak metanol, n-heksan, kloroform dan etil asetat berturut-turut adalah 263 bpj, 277,5 bpj, 240,95 bpj dan 172,9 bpj. Kata Kunci: Aktivitas antioksidan, Bayur Sulawesi (Pterospermum celebicum Miq.), radikal bebas DPPH
Pengaruh Penggunaan Pati Biji Cempedak (Arthocarpus champeden Lour) sebagai Bahan Pengikat terhadap Sifat Fisik Tablet Parasetamol secara Granulasi Basah Sapri Sapri; Dedi Setiawan; Rizki Khairunnisa
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 1 (2012): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i1.48

Abstract

The research about influent the use of cempedak seed starch (Arthocarpus champeden Lour) as a binder to the physical properties of paracetamol tablet in wet granulation has been conducted. Cempedak seed starch can improve the quality of materials, increase the viscosity, gelation ability, rehydration ability and increase the solubility. Paracetamol tablet be made in three formulas, with various concentration binders formula FA 6%, FB 8% and FC 10%. The resulting granules and tablets were evaluated. Granule evaluation includes fluiditas test and moisture content. Tablet evaluation includes uniformity of weight test, uniformity of size, hardness test and disintegration test. Granule evaluation results show that all formulas has qualified, except granule formula FA wich contain moisture 1.78%. Tablet evaluation results show that all formulas has qualified FI Ed. IV. Whereas for hardness test, tablet formula FA not eligible because it has hardness 3.8 Kg/cm2. The results of this research indicate that cempedak seed starch can be used as a binder in the manufacture of wet granulation paracetamol tablets. The higher the concentration used cempedak seed starch, than produced a good tablet. Cempedak seed starch can be used as a binder in concentration 8% and 10%. Key Words : Cempedak seed starch (Arthocarpus champeden Lour.), paracetamol tablet, wet granulation ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penggunaan pati biji cempedak (Arthocarpus champeden Lour.) sebagai bahan pengikat terhadap sifat fisik tablet parasetamol secara granulasi basah. Pati biji cempedak dapat meningkatkan kualitas bahan, berupa naiknya viskositas, kemampuan gelasi, daya rehidrasi dan kemudahan melarut. Tablet parasetamol dibuat tiga formula dengan variasi konsentrasi bahan pengikat formula FA 6%, FB 8% dan FC 10%. Granul dan tablet yang dihasilkan dievaluasi, evaluasi granul meliputi waktu alir granul dan kandungan lembab, evaluasi tablet yang meliputi uji keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan dan waktu hancur. Hasil evaluasi granul menunjukkan bahwa granul yang dihasilkan dari ketiga formula telah memenuhi persyaratan, kecuali granul formula FA yang memiliki kandungan lembab 1,78%. Hasil evaluasi tablet menunjukkan bahwa tablet dari ketiga formula tersebut telah memenuhi persyaratan tablet pada FI Ed. IV. Sedangkan untuk uji kekerasan, tablet formula FA tidak memenuhi persyaratan karena memiliki kekerasan 3,8 Kg/cm2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pati biji cempedak dapat digunakan sebagai bahan pengikat dalam pembuatan tablet parasetamol secara granulasi basah. Semakin tinggi konsentrasi pati biji cempedak yang digunakan, maka sifat fisik tablet yang dihasilkan semakin baik. Pati biji cempedak dapat digunakan sebagai bahan pengikat tablet dan memberikan sifat fisik tablet yang baik pada konsentrasi 8% dan 10%. Kata Kunci: Pati biji cempedak (Arthocarpus champeden Lour.), tablet parasetamol, granulasi basah