Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Introduksi Varietas Unggul Jagung Untuk Mendukung Pengembangan Jagung di Kabupaten Kutai Kartanegara Wawan Banu Prasetyo
Jurnal Riset Agribisnis dan Peternakan Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.021 KB)

Abstract

Corn is an alternative foodstuff to be developed as a supporter of food diversity policies, especially seen from its position as the main source of carbohydrates and protein after rice. New superior varieties (VUB) is one component that plays an important role in efforts to increase corn productivity. The introduction of corn VUB in East Kalimantan was carried out to increase corn productivity above the average of more than 45.42 Ku/ha, which was carried out in two 2012-2014 planting seasons in Kutai Kartanegara Regency. There are five varieties introduced in the dry land of Kutai Kartanegara. The new superior varieties (VUB) used are hybrid Bima 3, 9, and 19, while the composite corn is Sukmaraga and Lamuru. From the adaptation test results, the average productivity in each variety varies: (1) Bima 3 productivity 7,795 tons of shelled / ha, (2) Bima 9 productivity 4.54 tons of shelled / ha, (3) Bima 19 productivity 7.24 tons of shelled / ha, (4) Sukmaraga productivity of 6,515 tons of shelled / ha, (5) Lamuru productivity of 7.69 tons of shelled / ha, The results of the introduction show that using VUB can increase productivity by 31.66 - 42.10% compared to without using VUB
Uji Efektivitas Pupuk Majemuk Npk Super + Humic Acid Terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Kedelai Tarbiyatul Munawwarah; Wawan Banu Prasetyo
Jurnal Riset Agribisnis dan Peternakan Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.086 KB)

Abstract

Fertilizer is a mandatory requirement in crop cultivation and its existence is needed to support and increase the availability of nutrients in agricultural land. Therefore new methods and fertilizer products are needed to be developed to meet these needs. Research on the use of NPK, humic acid, and compost in soybean farming has been carried out. The study was arranged in a Randomized Block Design with 6 treatments and 4 replications. The treatments consist of urea 75 kg / ha + SP36 75 kg / ha + KCl 100 kg / ha (N0), urea 75kg / ha + SP36 75 kg / ha + KCl 100kg / ha + straw compost 2 tons / ha (N1), NPK super 200kg / ha + Urea 100kg / ha (N2), NPK super 200kg / ha + urea 100kg / ha + straw compost 2ton / ha (N3), NPK super + humic acid 0,0075 (N4), NPK super + humic acid 0.015 (N5) ). Parameters observed: plant height, number of crop branches, and number of crop filled pods. The results showed the highest average height of plants was found in N2 treatment (76.75cm). In observing the results, the highest average weight of plant pods was found in the N5 treatment (131.67 g).
Implementasi Program Kawasan Rumah Pangan Lestari di Kota Samarinda Wawan Banu Prasetyo; Afrilia Tri Widyawati
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.534

Abstract

Penelitian yang mengambil lokasi di Kota Samarinda ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana implementasi program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Kota Samarinda, dengan fokus untuk melihat karakteristik pelaksanaan program dan menganalisis sejauh mana kontribusi program bagi perekonomian keluarga penerima manfaat program. Penelitian ini menggunakan metode analisis campuran yang mengelaborasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan melalui metode survey dengan menyebarkan kuesioner terhadap seluruh anggota kelompok penerima manfaat program KRPL bersumber dari dana APBN 2021 yang berjumlah 120 orang. Analisis kualitatif digunakan untuk memperkuat analisis kuantitatif, melalui metode wawancara mendalam terhadap aparat Dinas Ketahanan Pangan Kota Samarinda dan pendamping kelompok. Berdasarkan hasil penelitian, karakteristik kelompok penerima manfaat program KRPL sebagian besar adalah ibu rumah tangga usia produktif dengan jenjang pendidikan dasar dan menengah. Implementasi program KRPL memiliki potensi yang perlu ditumbuhkan untuk meningkatkan manfaat ekonomi program. Walaupun saat ini, program KRPL masih sebatas untuk konsumsi sendiri dan berkontribusi mengurangi pengeluaran domestik untuk pangan, namun jika digarap dengan serius dan berkelanjutan dengan skala yang lebih luas, progam ini dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan di perkotaan.
Penyebaran Informasi Inovasi Teknologi Hasil Penelitian Pertanian Melalui Pameran di Kalimantan Timur Wawan Banu Prasetyo; Nunik Wahyu L
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.535

Abstract

Penyebaran Informasi Inovasi Teknologi Pertanian merupakan kegiatan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian kepada pengguna. Pengkajian penyebaran inovasi teknologi pertanian melalui pameran dilaksanakan pada tanggal 25-28 April 2019 pada Pameran Kaltim Fair di Samarinda Kalimantan imur. Tujuan pengkajian adalah untuk mengetahui persepsi pengunjung terhadap materi pameran, bahan pendukung pameran, penjaga stan, serta untuk menggali umpan balik yang berkaitan dengan informasi/inovasi teknologi pertanian yang dibutuhkan dan saran perbaikan bagi pelaksanaan pameran di masa mendatang. Berdasarkan hasil pengkajian terhadap 60 pengunjung, 84,12% responden menyatakan materi yang disajikan telah sesuai dengan tema pameran dan 73,83% menyatakan sesuai dengan kebutuhan. Hampir seluruh responden menyatakan materi yang ditampilkan cukup menarik, penyajian alat bantu peraga menarik, dan pemandu pameran mampu memberikan informasi dengan baik kepada pengunjung. Hampir seluruh responden menyatakan cukup puas, puas, dan sangat puas terhadap materi pameran yang ditampilkan. Penggunaan alat peraga dalam format teknologi informasi dan demontrasi, peningkatan kualitas dan kuantitas pemandu, serta sosialisasi/promosi yang lebih gencar perlu dilakukan agar penyebaran inovasi teknologi melalui pameran dapat lebih diketahui oleh masyarakat luas.