Velina Agustina
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ritual Memandian pada Upacara Perkawinan Ulun Lampung Saibatin Pekon Pasar Pulau Pisang Kecamatan Pulau Pisang Kabupaten Pesisir Barat Velina Agustina; Risma Margaretha Sinaga; Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 7, No 4 (2019): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.639 KB)

Abstract

This study aims to determine the meaning of bathing ritual symbols of the Lampung Saibatin marriage ceremony. The research method used is descriptive method with a qualitative approach. Data collection through interview, documentation and observation techniques. Based on the results of the study note that the symbol of bathing rituals addressed to Minak-muakhi in the form of song poems containing advice. There are also symbols aimed at kemantin-kebayan in the form of living equipment which is interpreted as: a) marriage only once in a lifetime, b) mutual respect for husband and wife, c) fulfillment of rights and obligations as husband and wife and d) sincere and patient facing household problems. The conclusion of this study is that bathing rituals still carries up to now are believed to be beneficial for domestic life and family relationships.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna simbol-simbol ritual memandian pada upacara perkawinan ulun Lampung Saibatin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui teknik wawancara, dokumentasi dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa simbol ritual memandian yang ditujukan kepada minak-muakhi berupa syair lagu berisi nasehat. Adapula simbol-simbol yang ditujukan kepada kemantin-kebayan berupa perlengkapan hidup yang dimaknai sebagai: a) perkawinan hanya sekali seumur hidup, b) saling menjaga kehormatan suami-istri, c) pemenuhan hak dan kewajiban sebagai suami-istri dan d) ikhlas dan sabar menghadapi masalah rumah tangga. Kesimpulan penelitian ini bahwa ritual memandian masih dilaksanakan sampai saat ini karena dipercaya mengandung kebaikan bagi kehidupan rumah tangga dan hubungan keluarga.Kata kunci: makna, ritual memandian, simbol-simbol