Gabriel Sunyoto
STKIP Widya Yuwana

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF DALAM PROSES PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DI SEKOLAH Gabriel Sunyoto
Bahasa Indonesia Vol 1 No 1 (2009): April 2009
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1771.747 KB)

Abstract

One of the important components in education is the learning process in the classroom. In such a process teacher should play the role of a facilitator and motivator, rather than a main actor who develop only a silent and apathetic culture amongst the students. In order to have a true role a teacher must be wise in choosing the learning models. The learning models choosen should be appropriate with the students and materials characteristic, student’s background, developmental psychology and morality (moral development). Considering that the range of the catholic religious education consists of student personality, Jesus Christ, the Church and society, cooperative learning models can be used as an alternative choice in the learning process in the classroom.
SEKOLAH KATOLIK DALAM HARAPAN GEREJA DAN MASYARAKAT Gabriel Sunyoto
Bahasa Indonesia Vol 3 No 2 (2010): April 2010
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.565 KB)

Abstract

Sekolah merupakan bagian yang sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Bagi Gereja sekolah juga menjadi bagian integral dalam pewartaan akan nilai-nilai Kerajaan Allah. Dalam konteks bangsa Indonesia sejak era kemerdekaan sekolah Katolik terbukti cukup banyak mengambil peran dalam mencerdaskan kehidupan bangsa ini. Namun dalam perjalanan waktu cukup mengejutkan temyata cukup banyak sekolah Katolik yang tinggal menjadi "petilasan". Sebenamya apa yang terjadi dengan sekolah Katolik . Tulisan ini mencoba memaknai hat tersebut dengan berkaca pada peran dan fungsi sekolah Katolik yang telah digariskan dalam dokumen-dokumen Gereja tentang sekolah Katolik.
PERAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM MENUMBUHKAN MASYARAKAT GEMAR BELAJAR Gabriel Sunyoto
Bahasa Indonesia Vol 4 No 2 (2010): Oktober 2010
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1937.143 KB)

Abstract

Pendidikan dapat dikatakan sebagai poros sentral dalam mengawal kemajuan suatu masyarakat. Di era kemajuan teknologi ini semua demensi kehidupan berlomba-lomba menggapai kemajuan dengan harapan kemakmuran dan kesejahteraan dapat digegarn. Demikian juga dunia pendidikan, dengan teknologi pendidikan, dunia pendidikan mengatur diri dalam lima kawasan; Desain, Pengembangan, Pemanfaatan, Pengelolaan dan Penilaian berharap dapat menjadi poros sentra.l dalam mengawal kemajuan masyarakat. Namun apabila melihat kenyataan terutama out put dan out come dari banyak lembanga pendidikan rupanya belum menujukkan hasil yang maksimal. Masalah mendasar yang kiranya patut diperhatikan adalah bagaimana memasyarakatkan kebijakan pendidikan, agar buah-buah kebijakan tersebut menjadi cultur dalam masyarakat, yang kemudian menghasilkan budaya gcmar belajar dalam masyarakat. Halberikut yang tidak kalah penting bagaimana peran guru dalam membentuk cultur masyarakat gemar belajar tersebut mulai dari dalam kelas. Dengan demikian apabila seluruh masyarakat memiliki cultur gemar belajar maka keberhasilan pendidikan dapat lebih diharapkan.