Jacobus Salesius Wibawa Singgih
STKIP Widya Yuwana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KELUARGA KRISTIANI DAN RELASI PERSAUDARAAN DALAM DINAMIKA TEKNOLOGI KOMUNIKASI Jacobus Salesius Wibawa Singgih
Bahasa Indonesia Vol 5 No 3 (2011): April 2011
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4661.009 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi yang berbasis elektronik mengakibatkan dunia saat ini berubah bentuk menjadi sebuah desa global. Dalam desa globalini, identitas manusia akan bergeser dari identitas individualistis dan fragmentaris kepada individu kolektif. Jejaring komunikasi global di satu sisi telah mengkondisikan hampir setiap penduduk bumi termasuk keluarga-keluarga Kristen untuk memanfaatkan jejaring komunikasi sebagai sarana pengembangandiri, keluarga, relasi sosial dan persaudaraan. Di sisi lain, kemajuan ini juga mengakibatkan tidak sedikit perselisihan faham tentang isu dan persoalan terkaitdengan iman dan kemanusiaan yang tersebar luas karena bantuan komunikasi global. Sadar akan hal ini maka, keluarga-keluarga Kristen dituntut mengambilsikap yang tepat dalam menggunakan jasa komunikasi global. Sikap yang tepat terletak pada usaha menjadikan media sebagai sumber dukungan, stimulusdan inspirasi untuk menjadikan setiap keluarga Kristen sebagai bagian dari komunitas iman dan cinta kasih Kristian.
REMAJA: SUMBER DAYA INSANI MENYONGSONG KEMANDIRIAN BANGSA INDONESIA Jacobus Salesius Wibawa Singgih
Bahasa Indonesia Vol 7 No 4 (2012): April 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.74 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v7i4.155

Abstract

Enam puluh lima juta remaja di Indonesia dewasa ini merupakan “sumber daya insani”, penentu kemajuan bangsa dan negara Indonesia di masa mendatang. Persoalannya adalah bagaimana membuat para remaja itu memahami bahwa mereka adalah agen perubahan dan ditangan merekalah bangsa ini akan diwariskan? Satu-satunya jalan ialah menyadarkan para remaja bahwa mereka memiliki tanggung-jawab yang besar dalam membangun bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat atau ber”maksiat”. Penyadaran dilakukan melalui aktivitas-aktivitas ilmiah yang sangat penting bagi remaja untuk memperluas wawasan dan pengetahuanya yang sangat dibutuhkan dalam membangun bangsa. Dengan terciptanya budaya ilmiah di kalangan remaja merupakan titik tolak terciptanya generasi bangsa yang cerdas dan berilmu pengetahuan.