p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Surya Abdimas
Faza Dhora Nailufar
Politeknik STIA LAN Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Ruang Inovasi Kabupaten Jombang Sebagai Komunitas Pemuda Penggerak Pembangunan Desa Dalam Optimalisasi Produk UMKM Novy Setia Yunas; Faza Dhora Nailufar
Surya Abdimas Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v5i4.1371

Abstract

Sejak diimplementasikan UU No. 6 tahun 2014, desa memiliki kewenangan yang cukup besar untuk mengembangkan wilayahnya sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Untuk mengoptimalkan pembangunan di desa tersebut, maka diperlukan peran serta masyarakat dan seluruh stakeholders yang ada di desa, salah satunya adalah generasi muda. Generasi muda merupakan instrumen penting dalam proses pembangunan di berbagai level, dengan jumlah yang cukup besar dan didukung dengan kualitas intelektual yang kreatif, inovatif dan adaptif terhadap perubahan menjadi modal bagi pembangunan di desa. Sehingga tujuan program Pemberdayaan Komunitas Pemuda Penggerak Pembangunan Desa Dalam Optimalisasi Produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Di Kabupaten Jombang antara lain: Pertama, mendorong peran komunitas khususnya pemuda dalam peningkatan kapasitas usaha kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Jombang; Kedua, mendorong percepatan digitalisasi usaha kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Jombang dan Ketiga, Wirausaha Terapan Teknologi Tepat Guna Berbasis Ekonomi Digital Ruang Inovasi Pelatihan Pemasaran Digital dalam upaya peningkatan kapasitas usaha kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Jombang. Proses pemberdayaan tersebut dicapai melalui metode workshop Workshop pada seluruh member komunitas pemuda penggerak pembangunan Desa sehingga tercapai pemantapan manajemen organisasi, analisa potensi, pemberdayaan dan transformasi digital di sektor UKM.
Pelatihan Literasi Politik Digital Sebagai Upaya Penguatan Civic Resilience Melalui Peningkatan Kesadaran Algoritmik Pada Komunitas Muda Novy Setia Yunas; Mochammad Alexander Mujibburrohman; Mi'rojul Huda; Faza Dhora Nailufar; Budi Winarno
Surya Abdimas Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v10i3.7437

Abstract

Momentum bonus demografi Indonesia menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi kualitas demokrasi di era transformasi digital. Dominasi generasi muda dalam struktur demografi dan politik berlangsung bersamaan dengan pergeseran ruang publik menuju ekosistem digital yang dimediasi oleh algoritma pada media sosial. Kondisi ini meningkatkan risiko polarisasi, disinformasi dan fragmentasi opini apabila tidak diimbangi dengan kapasitas kewargaan digital yang memadai. Artikel ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan model penguatan civic resilience pada komunitas muda di Kabupaten Jombang sebagai strategi menghadapi tantangan demokrasi digital. Metode pelaksanaan program yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-edukatif berbasis community engagement dengan desain eval_uatif pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan meliputi siswa SMA, mahasiswa, komunitas pemuda, serta ibu-ibu muda pegiat UMKM. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kapasitas literasi politik digital peserta, yang ditunjukkan melalui kenaikan rata-rata skor kesadaran algoritmik dari 40 persen menjadi 85 persen serta peningkatan praktik verifikasi informasi sebesar 85 persen. Hasil ini juga menunjukkan penguatan kemampuan analisis kritis terhadap konten politik digital serta perubahan sikap partisipasi yang lebih reflektif dan etis di ruang digital. Kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah turut memperkuat relevansi dan legitimasi program dalam konteks penguatan ketahanan demokrasi lokal.Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi politik digital berbasis komunitas berkontribusi signifikan dalam membangun civic resilience pada generasi muda. Oleh karena itu, model intervensi ini direkomendasikan untuk direplikasi dan diintegrasikan dalam program literasi digital berbasis komunitas guna memperkuat demokrasi digital yang lebih tangguh, deliberatif dan berkelanjutan.