This Author published in this journals
All Journal Surya Abdimas
Rima Febrina
Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan, Bogor, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemetaan Kesenjangan Kompetensi Pejabat Pelaksana Penyusun Rencana dan Program Melalui TNA di Lingkungan Kementerian Perhubungan Rima Febrina
Surya Abdimas Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v6i1.1548

Abstract

Training Needs Assessment (TNA) merupakan cara yang masih digunakan dalam melihat kebutuhan program pendidikan dan pelatihan bagi pegawai. Di ranah instansi pemerintah, TNA lebih dikenal sebagai Analisis Kebutuhan Diklat/Pelatihan. Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi, kesenjangan kompetensi yang dimiliki pejabat pelaksana dapat diakomodasi dengan pemberian pelatihan yang sesuai. TNA dilakukan dengan metode pengisian kuesioner dan wawancara dengan pejabat pelaksana. Pelaksanaan assessment TNA dilakukan dengan panduan assessor. Jabatan pelaksana penyusun rencana dan program kerja adalah jabatan kritikal yang memegang peranan dalam mentranslasikan visi misi Presiden dan program kerja pemerintah menjadi program kerja instansi. Masih minimnya pelatihan yang diberikan pada pejabat pelaksana ini melatarbelakangi TNA yang berfokus pada kesenjangan kompetensi manajerial penyusun rencana dan program ASN, khususnya di Kementerian Perhubungan. Untuk mendukung reformasi birokrasi dilakukan pula penilaian kompetensi penunjang SMART ASN. Hasil TNA memperlihatkan bahwa kesenjangan kompetensi masih terjadi pada kemampuan teknis dalam penyusunan RKA K/L, Rencana Kerja Tahunan, serta kemampuan verifikasi bahan dan data dukung program kegiatan. Pada kompetensi penunjang SMART ASN ditemukan masih banyak pejabat pelaksana yang rendah dalam kemampuan berwawasan luas padahal untuk mencapai kinerja optimal pejabat pelaksana Penyusun Rencana dan Program harus terus melakukan pengkayaan informasi terkini, terutama terkait kebijakan, regulasi, dan dinamika program pemerintah. Bentuk pelatihan yang diberikan tidak hanya dalam bentuk diklat, tetapi juga bimbingan teknis, seminar, workshop, focus group discussion.