Dedi Irwan
Universitas Airlangga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN LOKASI AIR MINUM DENGAN INTAKE CAIRAN PADA PEKERJA TERPAPAR SUHU PANAS Dedi Irwan
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 2 No. 2 (2019): Maret
Publisher : Sekolah Ilmu Kesehatan Dan Ilmu Alam (SIKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v2i2.12515

Abstract

Pekerja pada bagian pengolahan dan pengukusan kerupuk memiliki risiko terpapar panas, sehingga dibutuhkan konsumsi air minum yang cukup untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari hubungan lokasi (tempat penyediaan) air minum dengan intake cairan pada pekerja terpapar panas di bagian pengolahan dan pengukusan kerupuk UD. Sumber Barokah Sidoarjo. Penelitian ini termasuk penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dari penelitian ini adalah pekerja di bagian pengolahan dan pengukusan kerupuk UD. Sumber Barokah, Sidoarjo. Sampel yang diteliti adalah total populasi dengan jumlah 27 orang pekerja. Variabel yang diteliti antara lain karakteristik responden, aktivitas/kerja fisik, lokasi air minum, intake cairan dan iklim kerja. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 44,44% responden berusia 21-34 tahun. Tingkat pendidikan tertinggi adalah tamat SMA. Seluruh responden memiliki masa kerja 1-4 tahun. Sebagian lokasi air minum dengan jarak > 3 meter dari pekerja. Frekuensi minum responden paling banyak adalah lebih dari 8 kali dengan konsumsi air minum antara 3,2 – 4,8 liter. Nilai ISBB (Indeks Suhu Basah dan Bola) di bagian pengolahan dan pengukusan sebesar 31,40C. Nilai contingency coefficient sebesar 0,641. Berdasarkan hasil penelitian di atas, diketahui bahwa terdapat hubungan yang kuat antara jarak tempat air minum dengan intake cairan pekerja. Disarankan pengelola pabrik untuk menambah dan mendekatkan tempat air minum pada tempat bekerja, konsumsi air minum pekerja minimal 1 gelas (200 – 300 cc) setiap 30 menit.