Saskhia Rahma Mouli Friani
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemikiran Pendidikan Islam Mohammad Natsir Saskhia Rahma Mouli Friani
Kutubkhanah Vol 20, No 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.417 KB) | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v20i1.13340

Abstract

Membicarakan pendidikan Islam berarti membicarakan masalah diri manusiasendiri sebagai makhluk Tuhan yang dipersiapkan untuk menjadi khalifah-Nya dimuka bumi dalam kerangka mengabdi kepada-Nya. Salah satu tantanganpendidikan Islam adalah masih terjadinya dikotomi ilmu. Artinya, terjadipemisahan antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu dunia (profan) yang salingmenafikan satu sama lain. Cara pandang semacam ini jelas akan berpengaruh besarterhadap sikap seseorang dalam memandang ilmu. Berangkat dari itulah penuliskemudian membahas kembali tentang pemikiran tokoh dan intelektual muslimIndonesia yang mencoba untuk merumuskan pendidikan Islam sesuai denganharapan agama, bangsa dan Negara, yaitu Muhammad Natsir. Maka dari itu,penulis mengambil judul “Pemikiran Pendidikan Islam Mohammad Natsir”.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai konseppendidikan Islam menurut Muhammad Natsir. Penelitian ini menggunakan metodepenelitian kualitatif dengan jenis kepustakaan dan dengan pendekatan historis.Sedangkan metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, sertaanalisis datanya adalah dengan metode content analysis. Dengan kerangka itu,dapat diketahui bahwa konsep pendidikan Islam menurut Muhammad Natsir yaitukonsep pendidikan yang memadukan antara pendidikan umum dan pendidikanagama, kesinambungan itu dibuktikan dengan tidak mempertentangkan antaraBarat dan Timur. Islam hanya mengenal perbedaan antara hak dan bathil. Semuayang hak dapat diterima, meskipun datangnya dari Barat, dan semua yang bathilakan disingkirkan walaupun datangnya dari Timur. Dengan begitu, akan terciptaanak didik yang mementingkan ruhani dan jasmaninya.