Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan tumbuh kembang bayi balita pada daerah pesisir pantai meliputi berat badan, tinggi badan, LILA, lingkar kepala, motorik kasar, motorik halus, pengamatan, bicara dan sosialisasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan desain studi potong lintang (Cross Sectional Study) yang merupakan salah satu jenis penelitian observasional. Desain ini dimaksudkan untuk mempelajari dinamika dan variasi variabel yang termuat dalam judul penelitian. Penelitian ini akan dilaksanakan selama 4 bulan yaitu, dimulai dengan melakukan obeservasi terhadap responden. Penelitian ini akan dilaksanakan pada Dusun Waeselang Kabupaten Seram Bagian Barat. Instrumen penelitian yaitu kuesioner, sedangkan alat-alat yang digunakan untuk pemeriksaan pertumbuhan adalah, timbangan bayi, dacing, microtoice, pita LILA, dan meter, sedangkan untuk mengukur perkembangan menggunakan lembar DDTK (Deteksi Dini Tumbuh Kembang) balita. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah informasi tentang tumbuh kembang balita daerah pesisir pantai, hasil peneltian ini akan diterbitkan dalam jurnal yang berlesensi ISN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 23, 2% balita mengalami gangguan pertumbuhan, 23,2% balita mengalami gangguan perkembangan motorik kasar, 17,9% balita mengalami gangguan perkembangan motorik halus, 19,6% balita mengalami gangguan mengamatan, 17,9% balita mengalami gangguan perkembangan bahasa dan 21,4 % balita mengalami gangguan perkembangan sosial. Kata Kunci : Perkembangan, pertumbuhan, motorik kasar, motorik halus, sosial, bahasa, pengamatan