Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POTRET SARANA AIR BERSIH SUMUR GALI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NANIA KOTA AMBON La Basri
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 2 (2019): June 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.848 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v4i2.327

Abstract

Salah satu jenis sarana penyediaan air bersih yang banyak diusahakan oleh pemerintah sebagai sumber air bersih adalah sumur gali. Banyak masyarakat pedesaan dan kota besar memperoleh persediaan airnya dari sumur, yang digunakan untuk kegiatan keperluan sehari-hari. Sekitar 45% masyarakat yang ada di Indonesia menggunakan sumur sebagai sarana air bersih dan diperkirakan sekitar 45% dari masyarakat yang menggunakan sumur tersebut 75% menggunakan jenis sumur gali (Chandra, 2007). Penelitian ini betujuan untuk mengetahui Konstruksi dan Kualitas fisik air sumur gali di Desa Nania Kota Ambon. Populasi dalm penelitian ini yaitu seluruh sumur gali yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Nania Kota Ambon yang berjumlah 77 buah, dan yang menjadi sampel adalah sumur yang digunakan sebanyak 56 sumur gali. Data dikumpulkan dengan menggunakan Formulir Inspeksi Sanitasi (Form IS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah Sumur Gali yang tidak memenuhi syarat kontruksi bangunan sebanyak 35 buah sumur gali. Kualitas fisik air sumur gali terdapat 19 buah sumur gali tidak memenuhi syarat. Kata kunci: Sumur Gali, Kualitas fisik, Konstruksi sumur gali
PEMANFAATAN EKSTRAK KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANII) SEBAGAI LARVASIDA ALAMI UNTUK NYAMUK AEDES AEGYPTI La Basri
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.043 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i4.297

Abstract

Pada daerah tropis dan subtropis, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)adalah penyakit endemik yang muncul sepanjang tahun, terutama saat musim hujan ketika kondisi optimal untuk nyamuk berkembangbiak. Biasanya sejumlah besar orang akan terinfeksi dalam waktu yang singkat (wabah) (Kemenkes RI, 2016). Pengendalian vektor yang paling efektif adalah dengan pemberantasan larva. Pestisida yang digunakan untuk mengendalikan larva Aedes aegypti, yaitu temephos (organophospat). Terkait kondisi ini memunculkan penelitian baru dalam pengendalian vektor yang lebih aman, sederhana dan ramah lingkungan yaitu pengendalian dengan menggunakan larvasida alami yang berbahan dasar dari tumbuhan. Larvasida temephos dapat masuk ke rantai makanan dan terakumulasi dalam tubuh makhluk hidup (Tiwary, et al., 2007). Mengetahui efektifitas ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmanii) sebagai larvasida alami untuk Aedes aegypti. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu, untuk mengetahui jumlah mortalitas larva Aedes aegypti (LC50 dan LC90) setelah diberi ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmanii) dalam berbagai konsentrasi. Konsentrasi ekstarak kayu manis (Cinnamomum burmanii) yang efektif dalam membunuh larva Aedes aegypti ialah 0.20% pada pengulangan kedua dengan jumlah kematian 22 ekor (88%). Kata kunci: Ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmanii), Larvasida alami, Aedes aegypti