ilyas - ibrahim
universitas bumi hijrah tidore

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KOTA TIDORE ilyas - ibrahim
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.319 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i1.59

Abstract

Tuberkulosis paru adalah suatu penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan global utama karena menyebabkan gangguan kesehatan antara jutaan orang setiap tahun dan menjadi penyebab utama kedua kematian akibat penyakit menular di seluruh dunia setelah HIV/AIDS. Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah India, dan Cina. Jumlah kasus baru sekitar 539.000 setiap tahunnya dan jumlah kematian sekitar 101.000 per tahun. TB Paru adalah salah satu penyakit menular yang prevalensinya masih cukup tinggi di Maluku Utara Kasus baru tuberculosis paru di Propinsi Maluku Utara berdasarkan laporan dari tiap kabupaten terlihat ada peningkatan kasus tuberculosis paru dari tahun ketahun, diantaranya dilihat dari cakupan penemuan penderita tuberkulosis BTA positif atau Case Detection Rate(CDR). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian TB Paru diwilayah Kota Tidore Kepulauan. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan Accidental sampling. Pengambilan data dengan dokumentasi, kuesioner, dan observasi dengan analisis data univariate dan bivariat. Hasil Penelitian bahwa ada dua variable yang berpengaruh dengan kejadian TB Paru yaitu variable pengetahuan dengan hasil p-value = 0.002 dan kebiasaan merokok dengan p-value=0.004. Sedangkan tiga variable lain tidak berpengaruh diantaranya variable Status gizi dengan hasil p-value = 0.789, pencahayan dengan hasil p-value=0.422, serta ventilasi dengan hasil p-value=1.000. Kata Kunci : Tuberkulosis paru, pengetahuan, status gizi, kebiasaan merokok, pencahayaan, ventilasi.