Perilaku yang mendukung terjadinya IMS biasanya dilakukan oleh pekerja seks dengan melakukan hubungan seksual yang tidak sehat dan kurangnya kesadaran para pekerja seks dalam hal pencegahan IMS diantaranya adalah sering bergonta-ganti pasangan, melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang tidak dikenal dan masih terus berhubungan seks meskipun telah menderita infeksi menular seksual. Penelitian ini bertujuan mengalisis pengaruh predisposisi (pengetahuan, sikap, persepsi), pendukung (ketersediaan layanan kesehatan) dan factor pendorong (dukungan tenaga kesehatan) terhadap pencagahan IMS pada wanita pekerja seks di Puskesmas Bandar Baru Kabupaten Deli Serdang tahun 2018. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 340 orang dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 61 orang berdasarkan kriteria penelitian. Data dianalisis dengan melakukan Uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan pengetahuan pencegahan infeksi menular seksual pada wanita pekerja seks dengan derajat kemaknaan (α) = 0,05 dan diperoleh nilai p value = 0,000, hubungan sikap pencegahan infeksi menular seksual pada wanita pekerja seks dengan (α) = 0,05 dan diperoleh nilai p value = 0,000, hubungan persepsi pencegahan infeksi menular seksual pada wanita pekerja seks dengan (α) = 0,05 dan diperoleh nilai p value = 0,000, hubungan ketersediaan layanan kesehatan pencegahan infeksi menular seksual pada wanita pekerja seks kemaknaan (α) = 0,05 dan diperoleh nilai p value = 0,000 dan hubungan dukungan tenaga kesehatan pencegahan infeksi menular seksual pada wanita pekerja seks kemaknaan (α) = 0,05 dan diperoleh nilai p value = 0,000. Kata kunci: Pencegahan infeksi menular, HIV/AIDS