Anemia dalam kehamilan menyebabkan pengangkutan oksigen ibu dan janin terganggu. Gangguan ini dapat menyebabkan hipoksia pada janin yang berada di dalam kandungan. Bila terdapat gangguan pertukaran gas atau pengangkutan oksigen dari ibu ke janin, akan terjadi asfiksia neonatorum. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil yang menjalani persalinan spontan dengan angka kejadian asfiksia neonatorum Di RSDKIA Pertiwi Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan Case Control. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu bersalin di RSKDIA Pertiwi Makassar Periode Agustud s.d. Oktober 2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling pada 78 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembaran observasi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Terdapat ibu hamil Trimester III yang mengalami anemia 10,5 gr% yaitu sebanyak 45 orang (57,7%). Terdapat ibu hamil Trimester III yang melahirkan bayi baru lahir mengalami asfiksia yaitu sebanyak 26 orang (33,3%). Sedangkan ibu hamil Trimester III yang melahirkan bayi baru lahir tidak mengalami asfiksia yaitu sebanyak 52 orang (66,7%). Terdapat hubungan yang bermakna antara untuk mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil yang menjalani persalinan spontan dengan angka kejadian asfiksia neonatorum (p = 0,000 < α = 0,005). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara untuk mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil yang menjalani persalinan spontan dengan angka kejadian asfiksia neonatorum. Kata Kunci: Asfiksia neonatorum, Anemia