Industri pengolahan kayu membutuhkan energi dan penggunaan bahan baku alami yang besar, seperti kayu keras antara lain : jati, meranti, mahoni dan kayu lunak antara lain : pinus dan albasia. Proses fisik pengolahan bahan baku untuk dijadikan mebel cenderung menghasilkan polusi seperti partikel debu. Industri mebel tersebut berpotensi menimbulkan polusi udara di tempat kerja yang berupa deu. Debu ini akan mencemari udara dan lingkungannya sehingga pekerja industri mebel dapat terpapar debu karena bahan baku, bahan antara ataupun produk akhir. Bahan pencemar tersebut dapat berpengaruh terhadap gangguan fungsi paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui paparan debu, masa kerja, penggunaan APD, yang berhubungan dengan gangguan fungsi paru pada pekerja mebel di Wilayah Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Penelitian ini merupakan penelitian epidemilogi analitik observational, dengan pendekatan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja Mebel yang tersebar di Desa Waimital berjumlah 42 orang dengan sampel sebanyak 42 orang sesuai kriteria inklusi.Analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini sangat bermanfaat untuk memeberikan informasi ilmiah berupa penggunaan APD dan pengaruh debu terhadap Paru-Paru. Adapun hasil penelitian yang diperoleh yaitu 1. Ada hubungan yang signifikan antara lingkungan kerja yaitu variabel paparan debu dengan variabel fungsi paru pada pekerja Mebel. 2. Ada hubungan yang signifikan antara karakteristik responden yaitu variabel masa kerja dengan variabel fungsi paru pada pekerja 3. Ada hubungan yang signifikan antara karakteristik responden yaitu variabel penggunaan APD dengan variabel fungsi paru pada pekerja Mebel