Ninik Yuniarti
Jl. Wotgandul Barat No. 31 Semarang Indonesia 50137

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EKSPLOITASI ANAK JALANAN SEBAGAI PENGAMEN DAN PENGEMIS DI TERMINAL TIDAR OLEH KELUARGA Yuniarti, Ninik
Jurnal Komunitas Vol 4, No 2 (2012): Tema Edisi: Kelompok-Kelompok Sosial Anak Tiri Modernitas
Publisher : Jurnal Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena anak jalanan ada di kota-kota di seluruh Indonesia, seperti halnya fenomena anak jalanan di terminal Tidar Kota Magelang. Dalam penelitian ini penulis mengkaji bagaimana profil anak jalanan di terminal Tidar Kota Magelang, bagaimana eksploitasi keluarga terhadap anak jalanan tersebut dan bagaiamana kebijakan Pemerintah Kota Magelang untuk mengatasi masalah anak jalanan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak jalanan di Terminal Tidar berasal dari keluarga miskin dan pendidikan rendah, bentuk eksploitasi keluarga terhadap anak jalanan tersebut adalah menjadikan mereka sebagai pengemis dan pengamen. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan anak jalanan, tetapi hasilnya belum maksimal.Street child phenomenon exist in cities through out Indonesia like street child phenomenon in Tidar bus terminal Magelang. The purpose of this study is to explore the profiles of street children in Tidar Terminal, the exploitation of family upon these children and  the policies of the city government to engage these street children. Research methods used are observation, interviews, and documentation. Research shows that the street children in Terminal Tidar originateds from poor families and education lower. The explotation by family that they experience include the family’s demands to the children be street singers and beggar. The government has done many efforts to resolve the problem children street but there are no maximum results in overcoming street children phenomenon.
EKSPLOITASI ANAK JALANAN SEBAGAI PENGAMEN DAN PENGEMIS DI TERMINAL TIDAR OLEH KELUARGA Yuniarti, Ninik
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 4, No 2 (2012): Tema Edisi: Kelompok-Kelompok Sosial Anak Tiri Modernitas
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v4i2.2416

Abstract

Fenomena anak jalanan ada di kota-kota di seluruh Indonesia, seperti halnya fenomena anak jalanan di terminal Tidar Kota Magelang. Dalam penelitian ini penulis mengkaji bagaimana profil anak jalanan di terminal Tidar Kota Magelang, bagaimana eksploitasi keluarga terhadap anak jalanan tersebut dan bagaiamana kebijakan Pemerintah Kota Magelang untuk mengatasi masalah anak jalanan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak jalanan di Terminal Tidar berasal dari keluarga miskin dan pendidikan rendah, bentuk eksploitasi keluarga terhadap anak jalanan tersebut adalah menjadikan mereka sebagai pengemis dan pengamen. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan anak jalanan, tetapi hasilnya belum maksimal.Street child phenomenon exist in cities through out Indonesia like street child phenomenon in Tidar bus terminal Magelang. The purpose of this study is to explore the profiles of street children in Tidar Terminal, the exploitation of family upon these children and  the policies of the city government to engage these street children. Research methods used are observation, interviews, and documentation. Research shows that the street children in Terminal Tidar originateds from poor families and education lower. The explotation by family that they experience include the family’s demands to the children be street singers and beggar. The government has done many efforts to resolve the problem children street but there are no maximum results in overcoming street children phenomenon.
EKSPLOITASI ANAK JALANAN SEBAGAI PENGAMEN DAN PENGEMIS DI TERMINAL TIDAR OLEH KELUARGA Yuniarti, Ninik
Komunitas Vol 4, No 2 (2012): September 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v4i2.2416

Abstract

Fenomena anak jalanan ada di kota-kota di seluruh Indonesia, seperti halnya fenomena anak jalanan di terminal Tidar Kota Magelang. Dalam penelitian ini penulis mengkaji bagaimana profil anak jalanan di terminal Tidar Kota Magelang, bagaimana eksploitasi keluarga terhadap anak jalanan tersebut dan bagaiamana kebijakan Pemerintah Kota Magelang untuk mengatasi masalah anak jalanan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak jalanan di Terminal Tidar berasal dari keluarga miskin dan pendidikan rendah, bentuk eksploitasi keluarga terhadap anak jalanan tersebut adalah menjadikan mereka sebagai pengemis dan pengamen. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan anak jalanan, tetapi hasilnya belum maksimal.Street child phenomenon exist in cities through out Indonesia like street child phenomenon in Tidar bus terminal Magelang. The purpose of this study is to explore the profiles of street children in Tidar Terminal, the exploitation of family upon these children and  the policies of the city government to engage these street children. Research methods used are observation, interviews, and documentation. Research shows that the street children in Terminal Tidar originateds from poor families and education lower. The explotation by family that they experience include the family’s demands to the children be street singers and beggar. The government has done many efforts to resolve the problem children street but there are no maximum results in overcoming street children phenomenon.