Rohmadi Rohmadi
IAIN Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR PENENTU KEPUTUSAN NASABAH DALAM MEMILIH JASA PERBANKAN SYARIAH DAN PERBANKAN KONVENSIONAL DI KOTA BENGKULU Rohmadi Rohmadi; Nurbaiti Nurbaiti; Junaidi Junaidi
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.838 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v4i3.192

Abstract

Penelitian tentang perilaku yang mendasari kedua konsumen saat ini dan calon dalam industri perbankan merupakan masalah penting. Pilihan konsumen di lembaga perbankan memilih tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi tetapi juga dapat mempengaruhi faktor nonekonomi, seperti sikap dan keyakinan mereka. Artikel ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang bisa membedakan pilihan konsumen tentang memilih layanan perbankan; antara bank konvensional dan syariah. Sampel penelitian ini dibagi menjadi tiga kelompok; syariah pelanggan, nasabah bank konvensional, dan pelanggan dari kedua syariah dan bank konvensional. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik convenience sampling terletak di kota di mana terdapat kedua syariah dan kantor bank konvensional. Responden penelitian bervariasi berdasarkan karakteristik demografi  . Selanjutnya, untuk menentukan dimensi faktor yang mendasari keputusan pembelian pelanggan dalam memilih bank, penelitian ini menggunakan analisis faktor. Hasil faktor anlysis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam dimensi yang mendasari keputusan mereka dalam memilih bank. Dalam kasus bank syariah, ada beberapa dimensi, yaitu; persepsi, jual personnal, keluarga, biaya dan manfaat, agama dan keyakinan. Sementara bagi bank konvensional dimensi yang mendasari seperti dipengaruhi oleh rasional motivasi, biaya dan manfaat, keluarga, kegiatan promosi, dan gaya hidup. Analisis lebih lanjut melalui analisis crosstab, terdapat beberapa hubungan antara beberapa dimensi yang digunakan dalam penelitian ini. Hubungan tersebut telah ditemukan antara umur, pendapatan, tingkat pendidikan, pekerjaan dan jenis perbankan yang responden memilih. Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak ada hubungan antara persepsi repondent pada bunga dan jenis bank yang mereka pilih. Dengan kata lain, mayoritas responden penelitian ini tidak setuju dengan prinsip bunga namun mereka masih memilih untuk berurusan dengan lembaga perbankan berdasarkan alasan ekonomi mereka. 
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERDAGANGAN SAHAM Rohmadi Rohmadi; Khairuddin Khairuddin; Erniwati Erniwati
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.144 KB) | DOI: 10.1161/.v5i2.753

Abstract

Fokus utama kajian ini adalah membuktikan bahwa Perdagangan Saham Syariah di Pasar Sekunder dalam Pasar Modal tidak bertentangan dengan prinsip ekonomi Islam. Kajian ini membantah pendapat Taqyuddin al-Nabhani Yang menyatakan transaksi saham dianggap batal secara hukum, karena yang ada hanyalah transaksi sepihak dari para investor yang menyertakan modalnya dengan cara membeli saham di pasar modal tanpa ada perundingan atau negosiasi apapun baik dengan perusahaan. Juga mengkritisi pendapat Nasrun Haroen dalam buku Perdagangan saham di Bursa Efek: Tinjauan Hukum Islammenyatakan jika ditinjau dari hukum Islam, penawaran saham di Pasar Sekunder memeliki beberapa unsur yang tidak sejalan bahkan bertentangan dengan prinsip dan nilai bermuamalah dalam Islam. Kesimpulan kajian ini mendukung pendapat MahmudSyaltutdalam kitab al-fatawayang menyatakan bahwa jual beli sekuritas itu diperbolehkan dalam Islam. Diperkuat oleh pendapat Iqbal, yangmenyatakanbahwadengan adanya perdagangan saham di pasar modal, tidak hanya bermanfaat bagi investor, namun juga akan lebih meningkatan stabilitas Lembaga Keuangan Islam. Hal itu diperkuat pulaoleh pendapat Obaedullah yang menyatakan sejauh menyangkutpasar sekunderdiperbolehkan selama tidak adanya penyimpangan yang signifikan dalam hal harga, nilai intrinsik dan terjaminnya efisiensi alokasi. Dengan kata lain yaitu terpenuhinya norma dan etika ekonomi Islam. Sumber utama tesis ini adalah mekanisme perdagangan saham syariah di pasar sekunder dan pendapat para ulama serta pakar ekonomi syariah berkaitan dengan perdagangan saham. Data itu dibaca dengan menganalisis melalui pandanganulama, fatwa dan peraturan-peraturan perdagangan tentang saham serta pandangan para ekonom muslim tentang prinsip-prinsip dalam ekonomi Islam. Kata kunci: Investasi, Saham, pasar perdana, pasar sekunder.