Ahmad Irfran
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KREATIFITAS PUSTAKAWAN DALAM MEWUJUDKAN PERPUSTAKAAN YANG INOVATIF Ahmad Irfran; Tri Winda Astuti
Al Maktabah : Jurnal Kajian Ilmu dan Perpustakaan Vol 4, No 1 (2019): Juni
Publisher : Pusat Perpustakaan IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.861 KB) | DOI: 10.29300/mkt.v4i1.2043

Abstract

Tujuan Penulisan ini untuk menganalisis kreatifitas pustakawan di era global. Menjadi pustakawan adalah kerja kreatif. Tingkat atau produk kreatifitas tidak harus sama antara berbagai perpustakaan. Penyesuaian pada kebutuhan pemustaka dan kondisi lingkungan atau jejaring yang ada disekitar turut mewarnai dinamika kreatifitas tersebut. Pustakawan harus mempunyai kemampuan menyesuaikan diri dengan berbagai berkembangan atau tren perpustakaan dan menangkap berbagai peluang. Kemudian menerjemahkan berbagai tren dan perkembangan tersebut pada program perpustakaan serta mengomunikasikan kepada berbagai pihak. Selain itu, pustakawan perlu mengembangkan kreativitasnya pada bidang pengelolaan perpustakaan yang meliputi unsur pengembangan pada aspek person, process, press dan product. Kreativitas seorang pustakawan sangat diperlukan guna peningkatan kemajuan sebuah perpustakaan yang selalu tanggap terhadap perkembangan jaman.
PEMBERDAYAAN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU AKADEMIK Ahmad Irfran
Al Maktabah : Jurnal Kajian Ilmu dan Perpustakaan Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : Pusat Perpustakaan IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.964 KB) | DOI: 10.29300/mkt.v2i2.2415

Abstract

Perpustakaan perguruan tinggi memiliki peranan strategis dalam mendukung akreditasi dan eksistensi pendidikan tinggi dalam kancah persaingan global. Keberadaannya menjadi sangat penting ketika perpusatakaan berhasil mengelola sumber daya Perpustakaan yang handal dan memuaskan para pemustaka. Sementara itu kondisi sebagian besar perpustakaan Perguruan Tinggi sampai saat ini sedikit memprihatinkan. Permasalahan yang dihadapi pun relatif sama, seperti lemahnya Sumber daya manusia, manajemen yang tidak profesional, minimnya koleksi buku, tidak memadainya fasilitas dan kurangnya kesadaran civitas akademika, serta belum tumbuhnya kepedulian pimpinan untuk pengembangan perpustakaan. Untuk itu perlu diambil langkah-langkah strategis bagi pemberdayaan perpustakaan ke depan dengan berpijak pada permasalahan di atas. Di antara langkah yang harus dilakukan yaitu  pengembangan sumber daya manusia perpustakaan dengan meningkatkan pendidikan, pelatihan, penelitian dan sebagainya. Selanjutnya pelayanan perpustakaan harus mengedepankan service quality (pelayanan prima yang “user oriented”).