Arlan Arlan
Insitut Agama Islam Negeri Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pustakawan Menghadapi Perubahan Di Masa Pandemi Covid-19 Arlan Arlan
Al Maktabah : Jurnal Kajian Ilmu dan Perpustakaan Vol 5, No 2 (2020): Desember
Publisher : Pusat Perpustakaan IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v5i2.3620

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan tentang bagaimana pustakawan harus menyikapi perubahan akibat pandemi COVID-19 yang memaksa kita untuk mengubah cara pandang tentang interaksi dengan pemustaka dan layanan perpustakaan serta beradaptasi dan berinovasi menciptakan layanan perpustakaan dengan pendekatan berbeda. Prinsip Five Laws of Library Science  yang dikemukakan oleh Rangganathan (1931) dan dimodifikasi oleh Michael Gorman dalam New Five Laws of Library Science  (1998) hendaknya menjadi panduan pustakawan. dalam berinovasi yang didukung oleh upaya terus menerus dalam peningkatan kualifikasi dan kompetensinya melalui pendidikan dan pelatihan, baik dalam ilmu perpustakaan maupun ilmu penunjang lainnya. Nirliterasi pada generasi muda sebagai salah satu dampak pandemi covid-19 yang paling dikhawatirkan akibat kurangnya akses, keterbatasan koleksi, informasi, dan teknologi, serta rendahnya tingkat pendidikan, dapat menjadi celah inovasi pustakawan yang hendaknya dilakukan dengan semangat kolaboratif dengan institusi perpustakaan, organisasi profesi, pemerintah (daerah, provinsi, nasional) atau bersama komunitas masyarakat secara umum, karena permasalahan yang dihadapi skalanya cukup luas. Inovasi hendaknya didahului dengan pemetaan secara kongkrit mengenai permasalahan yang ada di sekitar sehingga hasil inovasi dapat diterapkan secara terstruktur, bertahap, dan terukur. Karenanya, organisasi profesi pustakawan dapat mengambil peran lebih besar untuk berkontribusi memetakan masalah dan membuat sumbang saran mengenai strategi perbaikan literasi ke depan.Kata kunci: COVID-19, perubahan, inovasi, kolaboratif, nirliterasi.