Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PETUNG HARI PERNIKAHAN ETNIK JAWA KECAMATAN AIR RAMI KABUPATEN MUKOMUKO DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Anwar Hakim
Qiyas : Jurnal Hukum Islam dan Peradilan Vol 4, No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.373 KB) | DOI: 10.29300/qys.v4i2.2522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem perhitungan hari baik pada masyarakat Jawa di Kecamatan Air Rami Kabupaten Mukomuko dalam perspektif hukum Islam. Rumusan masalah yang diambil : Pertama, bagaimana sistem perhitungan hari baik pada masyarakat Jawa di Kecamatan Air Rami Kabupaten Mukomuko. Kedua, bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap perhitungan hari baik pada masyarakat Jawa di Kecamatan Air Rami Kabupaten Mukomuko. Jenis penelitian merupakan penelitian lapangan (library resarch) dengan menggunakan pendekatan historis dan pendekatan yuridis empiris. Teknik pengumpulan data menggunakan sistem wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan: Pertama, sistem perhitungan hari baik di Kecamatan Air Rami Kabupaten Mukomuko menggunakan sistem perhitungan neptu hari dalam seminggu dan neptu pasaran lima, serta sistem perhitungan hari baik melalui proses penentuan hari geblak mbo’e, menghindarkan bulan buruk dan mencari bulan baik, menggunakan perhitungan hari mujur (halmuj). Kedua, ditinjau berdasarkan hukum Islam perhitungan hari baik pada masyarakat Jawa di Kecamatan Air Rami Kabupaten Mukomuko termasuk ke dalam urf shahih yang dapat diterima oleh syara’.
PETUNG HARI PERNIKAHAN ETNIK JAWA KECAMATAN AIR RAMI KABUPATEN MUKOMUKO DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Anwar Hakim
Qiyas : Jurnal Hukum Islam dan Peradilan Vol 4, No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v4i2.2522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem perhitungan hari baik pada masyarakat Jawa di Kecamatan Air Rami Kabupaten Mukomuko dalam perspektif hukum Islam. Rumusan masalah yang diambil : Pertama, bagaimana sistem perhitungan hari baik pada masyarakat Jawa di Kecamatan Air Rami Kabupaten Mukomuko. Kedua, bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap perhitungan hari baik pada masyarakat Jawa di Kecamatan Air Rami Kabupaten Mukomuko. Jenis penelitian merupakan penelitian lapangan (library resarch) dengan menggunakan pendekatan historis dan pendekatan yuridis empiris. Teknik pengumpulan data menggunakan sistem wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan: Pertama, sistem perhitungan hari baik di Kecamatan Air Rami Kabupaten Mukomuko menggunakan sistem perhitungan neptu hari dalam seminggu dan neptu pasaran lima, serta sistem perhitungan hari baik melalui proses penentuan hari geblak mbo’e, menghindarkan bulan buruk dan mencari bulan baik, menggunakan perhitungan hari mujur (halmuj). Kedua, ditinjau berdasarkan hukum Islam perhitungan hari baik pada masyarakat Jawa di Kecamatan Air Rami Kabupaten Mukomuko termasuk ke dalam urf shahih yang dapat diterima oleh syara’.
FENOMENA PERKAWINAN DI BAWAH UMUR: PENYEBAB DAN DAMPAK Anwar Hakim
Usroh: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 7 No 1 (2023): Usroh
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ujhki.v7i1.17926

Abstract

Perkawinan di bawah umur adalah suatu perkawinan yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang masih di bawah batasan umur untuk menikah berdasarkan ketentuan Undang-Undang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor yang menyebabkan terjadinya perkawinan di bawah umur, dampak serta upaya pencegahan yang dilakukan khususnya di Kecamatan Air Rami Kabupaten Mukomuko. Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan field research) yang dilakukan di dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun hasil penellitian yang didapatkan bahwa perkawinan di bawah umur dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya keinginan masyarakat untuk segera mendapatkan keluarga yang baru, kurangnya pengetahuan masyarakat, kuatnya adat istiadat, masalah ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, dan pengaruh teknologi. Di samping itu, perkawinan di bawah umur memiliki dampak negatif dan positif. Dampak negatif terlihat dari berbagai aspek, yakni aspek pendidikan, kesehatan reproduksi, psikologi, ekonomi dan sosial. Sedangkan dampak positifnya yaitu dapat megurangi beban ekonomi orang tua dan cepat berpikir dewasa. Upaya pencegahan perkawinan di bawah umur yang telah dilakukan oleh KUA Kecamatan Air Rami yaitu dengan mengadakan sosialisasi dan penyuluhan terkait batas usia minimal perkawinan yang terdapat pada Undang-undang Perkawinan No 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Kata Kunci: Fenomena; Perkawinan di Bawah Umur; Undang-Undang Perkawinan
Penyuluhan Pentingnya Peran Orangtua dalam Penanaman Akhlak Mulia pada Anak di Rumah Singgah Al-Maun Bengkulu Anwar Hakim
Jurnal Aksi Dosen dan Mahasiswa Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Aksi Dosen dan Mahasiswa
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jadmas.v2i2.728

Abstract

Community service activities through counseling about the importance of the role of parents in instilling noble morals in children aim to provide education and knowledge about the importance of noble morals in children as a provision for the young generation of Muslims in society in the future. This activity is in line with the Tri Dharma of Higher Education as part of the role of coaching the community. This activity is important to be carried out as part of the lecturer's obligation in carrying out the duties of the Tri Dharma of Higher Education, as well as an effort to educate the public about the importance of the role of parents in instilling noble morals in children so that they can fortify the children of the Muslim generation from the entry of outside culture which results in the destruction of the morals of the Muslim generation. This service activity was carried out at the al-Maun Bengkulu Shelter. This service activity is carried out by counseling methods through lectures, direct question and answer interactions so that it makes it easier for mothers and children present to understand the material presented and can directly discuss questions and answers on various problems about morals. With the implementation of this service activity, parents become aware of the importance of the role of parents in instilling moral values in their children and the children become aware of various noble morals in Islam that must be possessed by them as candidates for the next generation in the future.