Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

QIRĀ'ĀT SAB'AH IN THE TAFSIR NUSANTARA: IMPLICATIONS OF  FARSY AL-ḤURŪF QS AL-A'RĀF IN THE TAFSIR MARĀḤ LABĪD Dinda khoirunnnisa; Hana natasya
Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis Vol. 7 No. 2 (2025): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57217/dgs7sa02

Abstract

The study of Qira'at in Nusantara interpretation shows a unique methodological dynamic, especially in the use of qira'at sab'ah to enrich the meaning of verses. This article examines the implications of farsy al-Huruf in QS. al-A'raf as interpreted in Tafsir Marah Labid by Nawawi al-Bantani. This research uses qualitative literature-based study with comparative descriptive analysis of variations of qira'at sab'ah also using the discipline of Taujih al-Qira'at Science. The results show that Nawawi does not only refer to qira'at as philological data, but uses it as a hermeneutical instrument to expand the spectrum of meaning, syntactic structure, and strengthen theological and legal aspects in verses. This finding confirms that the Nusantara interpretation tradition has a close relationship with the authority of classical qira'at science, while also showing the methodological depth of Nusantara scholars' interpretation.
Ketahanan Keluarga Qur'ani dalam Mengurangi Kerentanan terhadap Radikalisasi: Sintesis Tafsir Tematik dan Literatur Empiris Mabda Dzikara; Hana Natasya
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1308

Abstract

Artikel ini menyusun ulang konsep ketahanan keluarga Qur'ani sebagai faktor pelindung dari proses radikalisasi menuju ekstremisme kekerasan. Penelitian menggunakan studi kepustakaan kualitatif dengan metode tafsir tematik yang dipadukan dengan literatur empiris. Tujuh kelompok ayat dipilih karena relevan dengan perlindungan keluarga, dasar keyakinan, komunikasi, pengasuhan, pemeriksaan informasi, dan lingkungan sosial. Penafsiran al-Tabari, al-Razi, Nawawi al-Bantani, al-Maturidi, dan Quraish Shihab dibaca secara berdampingan, lalu digabungkan dengan kerangka family resilience dan hasil penelitian tentang radikalisasi di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa keluarga tidak otomatis menjadi benteng pencegah radikalisasi. Keluarga bisa berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga bisa menjadi saluran penyebaran ideologi kekerasan ketika hubungan di dalamnya tertutup, komunikasi berjalan satu arah, dan jaringan sosialnya terisolasi. Model yang dihasilkan memuat enam kemampuan: sistem makna berbasis tauhid dan rahmah, komunikasi dua arah, pembagian peran keluarga yang adil dan luwes, kemampuan membaca sumber agama dan informasi, keterhubungan dengan lingkungan yang kredibel, serta ketahanan sosial-ekonomi. Enam kemampuan tersebut bekerja dengan mengurangi kerentanan pada tiga unsur radikalisasi, yaitu kebutuhan akan makna diri, narasi pembenaran, dan penguatan jaringan. Kontribusi artikel terletak pada penggabungan hasil tafsir dan bukti empiris ke dalam mekanisme yang dapat diuji, bukan pada klaim normatif bahwa keluarga religius pasti kebal dari ekstremisme. Model ini relevan untuk pendidikan keluarga, pencegahan dini, dan reintegrasi sosial, tetapi masih memerlukan pembuktian di lapangan.