Iwan Juwana
Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, ITENAS, Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemetaan Area Berisiko Persampahan di Kota Cimahi Berdasarkan Pedoman Strategi Sanitasi Kabupaten/ Kota 2018 Indah Fionita; Iwan Juwana
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i2.3142

Abstract

ABSTRAKKota Cimahi merupakan salah satu kota di Jawa Barat yang masih menghadapi permasalahan persampahan, seperti terbatasnya penerapan kegiatan pemilahan sampah, terbatasnya jumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS), terjadi pembuangan sampah secara sembarangan ke sungai, terdapat penanganan sampah dengan cara dibakar dan ditimbun, dan lain-lain. Dalam menindaklanjuti berbagai permasalahan sampah tersebut serta mencapai target 30% pengurangan sampah yang ditentukan oleh Kebijakan Strategis Nasional (Jakstranas), maka diperlukan suatu instrumen yang mampu menganalisis area berisiko berdasarkan tingkat risiko persampahan per kelurahan di Kota Cimahi. Area berisiko tersebut digambarkan dalam bentuk peta dengan mengacu pada pedoman Strategi Sanitasi Kabupanen/Kota (SSK) 2018. Area berisiko dinilai melalui skor 1 s.d. 4 secara berturut-turut untuk risiko sangat rendah, rendah, tinggi, dan sangat tinggi. Skor tersebut diperoleh dengan mengalikan parameter Impact dan parameter Exposure. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat tiga kelurahan dengan risiko persampahan sangat tinggi, yaitu Kelurahan Cibeureum, Setiamanah, dan Padasuka serta satu kelurahan dengan risiko persampahan tinggi, yaitu Kelurahan Melong. Penambahan jumlah unit pengolahan direkomendasikan di beberapa kelurahan sehingga terjadi perubahan skor area berisiko.Kata Kunci: Kota Cimahi, Peta Area Berisiko, Persampahan ABSTRACTCimahi City is one of the cities in West Java that still faces solid waste problems, such as the limited implementation of waste sorting activities, the limited number of temporary shelter sites, the indiscriminate waste disposal on river, open burning of solid waste, etc. In following up on these various waste problems and achieving the target of 30% waste reduction determined by the National Strategic Policy, an instrument is needed to analyze risk areas based on the level of risk of solid waste per village in Cimahi City. These risk areas are depicted in the form of maps by referring to the 2018 District/City Sanitation Strategy Guidelines. Risk areas are assessed through a score of 1 s.d. 4 for very low, low, high and very high risks. The score is obtained by multiplying the Impact parameters and Exposure parameters. The results of this study indicate that there are three villages with very high risk of solid waste, namely Kelurahan Cibeureum, Setiamanah, and Padasuka and one village with high risk of solid waste, namely Kelurahan Melong. The addition of the number of processing units was recommended in several villages so that changes in the score of risk areas occurred. Keyword: Cimahi City, Map of Risk Areas, Waste Solid
Kajian Perhitungan Beban Pencemaran Sungai Cisangkuy di Cekung Bandung dari Sektor Pertanian Hisky Robinson Sampe; Iwan Juwana; Dyah Marganingrum
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v2i2.2395

Abstract

ABSTRAKSungai Cisangkuy merupakan bagian dari anak sungai Citarum Hulu yang terdapat di kawasan Cekungan Bandung, yang melewati wilayah administrasi Kabupaten Bandung. Aktivitas manusia seperti kegiatan pertanian mempengaruhi kualitas air yaitu berpotensi memberikan beban pencemaran BOD, TSS, Total N dan Total P di Sungai Cisangkuy. Penelitian tentang beban pencemaran dilakukan karena tidak tersedianya informasi mengenai daya tampung beban pencemaran dari sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah beban pencemaran yang masuk ke Sungai Cisangkuy, sehingga melalui penelitian ini akan diketahui besaran beban pencemaran yang masuk ke Sungai Cisangkuy khususnya dari sektor pertanian. Analisis kualitas air dilakukan dengan menggunakan metode indeks pencemaran. Perhitungan potensi beban pencemaran dilakukan dengan menggunakan pendekatan faktor emisi. Beban pencemaran eksisting kemudian dibandingkan dengan beban pencemaran maksimum yang digunakan sebagai baku mutu daya tampung beban pencemaran sungai. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa trend pencemaran sungai Cisangkuy cenderung meningkat dari tahun 2012-2015. Indeks Pencemaran Sungai Cisangkuy masuk dalam kategori Cemar Sedang dengan nilai 7,07, dan beban pencemaran total dari sektor pertanian bernilai 1,55 ton/hari.Kata kunci: Cisangkuy, Indeks Pencemaran, Pertanian, Beban PencemaranABSTRACTCisangkuy River is part of the upstream Citarum tributary in the area of Bandung Basin, which passes the administrative area of Bandung regency. Human activities such as agricultural activities affect the quality of water that potentially provide pollution load BOD, TSS, Total N and Total P in the Cisangkuy River. Research on pollution load is needed because the inavailability of information about pollution load capacity from agriculture sector. This study aims to determine the amount of pollution load being discharged into the Cisangkuy River from agricultural sector. Water quality analysis is done by using pollution index method. Calculation of potential pollution load is done by using the emission factor approach. Existing pollution loads are then compared with the maximum pollution loads used as the quality standard of river pollution load capacity. The results show that pollution of the river Cisangkuy tends to increase from the year 2012-2015. The Cisangkuy River Pollution Index is categorized as 7.07, and the total pollution load from the agricultural sector is 1.55 tons / day.Keywords: Cisangkuy, Pollution Index, Agricultural, Pollutant Load