Ririn Nasriati
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG KEJANG DEMAM DENGAN PERILAKU PENANGANAN KEJANG DEMAM SEBELUM DIBAWA KE RUMAH SAKIT Nuryani Nuryani; Ririn Nasriati; Metti Verawati
Health Sciences Journal Vol 4, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.693 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v4i1.403

Abstract

Kejang demam merupakan bangkitan kejang karena peningkatan suhu tubuh terjadi 4 tahun. Memasukkan sendok kedalam mulut, menahan gerakan anak, memberikan selimut tebal, memberikan kopi, merupakan perilaku salah dalam penanganan kejang demam sebelum dibawa ke rumah sakit. Desain penelitian menggunakan korelasi, tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan keluarga tentang kejang demam denganĀ  perilaku penanganan kejang demam sebelum dibawa ke rumah sakit. Populasi penelitian adalah seluruh keluarga yang menunggu anak mengalami kejang demam di rumah sakit umum muhammadiyah ponorogo. Sampling yang digunakan adalah porposive sampling. Sampel penelitian sejumlah 40 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Tehnik analisa data dengan menggunakan Chi-Square nilai p hitung 5,012 dengan taraf signifikan 0,05. Dari 40 responden, menunjukan bahwa pengetahuan keluarga tentang kejang demam berpengetahuan baik sejumlah 50%, sedangkan perilaku positif dalam penanganan kejang demam yaitu 67%, diuji validitas nilai r hitung r tabel (0,3044) dan reabilitas nilai signifikan 0,6. Hasil penelitian adanya hubungan antara pengetahuan keluarga tentang kejang demam dengan perilaku penanganan kejang demam sebelum dibawa ke rumah sakit di ruang anak tumah sakit umum muhammadiyah ponorogo. Bagi peneliti selanjutnya agar meneliti faktor yang mempengaruhi perilaku keluarga dalam penanganan kejang demam.
PENGETAHUAN WISATAWAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN SENGATAN UBUR-UBUR Wahyu Wijanarko; Ririn Nasriati; Saiful Nurhidayat
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v1i1.22

Abstract

AbstractJellyfish are marine animals that are harmful to humans. Jellyfish often attack the beach tourists through the sting they have. The stings of a jellyfish can cause burning and even death if it does not get proper handling. So it is very necessary first aid on the right victim. But one of the societal habits for the first aid on jellyfish stings using urine or ammonia, and it is not justified. If urine is alkaline it will increase the effect of toxins. The purpose of this study is to determine the level of knowledge of tourists about first aid in victims of jellyfish stings. The research design used was descriptive with coastal tourist population of Teleng Ria beach Pacitan as many as 492 respondents, The sample as much 98 respondents. The sampling technique used is Purposive Sampling. Data collection using questionnaires, then performed data processing using Coding, Scoring, Tabulating, and analyzed based on percentage. The results of this study indicate that of 98 respondents, 72 respondents or 73.5% had less knowledge, while 22 respondents or 22.4% knowledgeable sufficient, and 4 respondents or 4.1% have good knowledge. The result of this research can be concluded that knowledge influence to handling jellyfish sting procedure accordingly so as to prevent health problems like respiratory disturbance, pain disorder, and tissue damage, hence needed improvement of knowledge about handling jellyfish sting.Keywords: Knowledge, Tourists, First Aid On The Survivors of Jellyfish StingsAbstrak`Ubur-ubur merupakan binatang laut yang berbahaya, dan sering menyerang para wisatawan pantaimelalui sengatannya. Korban sengatan ubur-ubur dapat semakin parah bahkan berakibat fatal bila tidak mendapat penanganan yang tepat. Kebiasaan masyarakat yang salah menggunakan amoniak dalam memberikan pertolongan pertama sengatan ubur-ubur harus diperbaiki. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan wisatawan tentang pertolongan pertama pada korban sengatan ubur-ubur.Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan populasi wisatawan pantai Teleng Ria Pacitan sebanyak 492 responden, sampelnya berjumlah 98 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan Coding, Scoring, Tabulating, dan dianalisis berdasarkan prosentase.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari 98 responden, didapatkan 72 responden atau 73.5% memiliki pengetahuan kurang, sedangkan 22 responden atau 22.4% berpengetahuan cukup, dan 4 responden atau 4.1% memiliki pengetahuan baik.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan berpengaruh terhadap penanganan sengatan ubur-ubur yang sesuai prosedur sehingga mencegah masalah kesehatan seperti gangguan pernapasan, gangguan rasa nyeri, dan kerusakan jaringan, maka diperlukan peningkatan pengetahuan tentang penanganan sengatan ubur-ubur.Kata Kunci: Pengetahuan Wisatawan, Pertolongan Pertama, Sengatan Ubur-Ubur