Tri Gunawan
Jurusan Sosiologi, Universitas Negeri Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pola Komunikasi Penyanyi Dangdut, Konflik, dan Resolusi Penyelesaiannya (Studi pada Penyanyi Dangdut di Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo) Sajidah Muhabbatillah; Tri Gunawan
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 4, No 1 (2020): JSHP (JURNAL SOSIAL HUMANIORA DAN PENDIDIKAN)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v4i1.805

Abstract

Being a dangdut singer is not an easy profession. There are still many negative assumptions from the community towards this profession. Even so, there are still many women who become dangdut singers, although often criticized. As happened in the village of Banjarsawah, Tegalsiwalan District, Probolinggo Regency. This study seeks to describe the communication carried out by dangdut singers and the audience so that they are liked a lot, the conflicts experienced by dangdut singers, and the treatment of conflicts and communication efforts in the resolution process. This study uses descriptive qualitative method. The results showed that the dangdut singer tried to establish good communication with the audience by always greeting and asking the songs you want to listen to. Conflicts often occur between dangdut singers and with their neighborhoods. The settlement process is done by ignoring the negative assumptions given by the community, improving communication, and avoiding the community that is acting badtowards them. Keywordi: communication. conflict, dangsdut singer, resolutionAbstrakMenjadi penyanyi dangdut bukanlah profesi yang mudah. Masih banyak anggapan negatif dari masyarakat terhadap profesi ini. Meskipun begitu, masih banyak perempuan yang menjadi penyanyi dangdut walaupun seringkali mendapat kecaman. Seperti yang terjadi di Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini berusaha untuk mendeskripsikan komunikasi yang dilakukan penyanyi dangdut dengan penonton agar banyak disukai, konflik yang dialami oleh penyanyi dangdut, dan perlakuan konflik serta upaya komunikasi dalam proses resolusinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyanyi dangdut berusaha untuk menjalin komunikasi yang baik dengan penonton dengan cara selalu menyapa dan menanyakan lagu yang ingin didengarkan. Konflik sering terjadi baik antar penyanyi dangdut maupun dengan lingkungan tempat tinggal mereka. Proses penyelesaian yang dilakukan adalah dengan jalan mengabaikan anggapan negatif yang diberikan masyarakat, memperbaiki komunikasi, dan menghindari masyarakat yang berlaku buruk terhadap mereka.Kata Kunci: Komunikasi, Konflik, Penyanyi Dangdut, Resolusi