Moh. Yusuf HM
Fakultas Ushuluddin IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teologi Pluralitas Multikultural (Perspektif Qurani) Yusuf HM, Moh.
Kontekstualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol 23, No 2 (2008)
Publisher : Kontekstualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The writing discusses the theology of multicultural pluralism. Theology is a scientific knowledge that discusses about God and Its relation to universe. It cannot be denied that the era of globalization creates the unity of civilization as the concequnce of informative communication development. Therefore, Islamic society have to maintain their identity and realize the existence of religious pluralism multiculturalism and egalitarianism. The term of "theology" is come from Christian, however we do not have to refuse the terms that comes from other religious, because they could probably help us to understand Islam from many perspective. According to AI-Quran, religious pluralism, Holy Books, syirah, manhaj, and culture are natural law (sunnatullah).
KAJIAN TAFSIR AL-QURAN DI ERA DIGITAL: LITERASI DAN PENGARUH TEKNOLOGI Yusuf HM, Moh.; Satra, Muhammad
Jurnal Literasiologi Vol 12 No 5 (2024): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v12i5.863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak teknologi digital terhadap kajian tafsir Al-Quran serta untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang yang terkait. Metode penelitian yang digunakan meliputi survei terhadap pengguna aplikasi tafsir Al- Quran, analisis konten dari media sosial, dan evaluasi literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital secara signifikan meningkatkan akses dan penyebaran tafsir Al-Quran, terutama melalui aplikasi mobile dan platform media sosial. Namun, tantangan seperti validitas sumber dan rendahnya literasi digital di kalangan sebagian pengguna menghambat pemanfaatan teknologi secara optimal. Pembahasan mengungkapkan bahwa meskipun teknologi digital menawarkan potensi besar dalam meningkatkan pemahaman keagamaan, diperlukan upaya untuk meningkatkan literasi digital dan memastikan kredibilitas sumber informasi. Kesimpulannya, teknologi digital dapat memperkaya kajian tafsir Al-Quran jika digunakan dengan bijak, namun memerlukan perhatian terhadap kualitas dan validitas informasi yang disajikan.