Kadarudin Kadarudin
Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SYRIA CONFLICT AND OTHER STATE INTERVENTION, WHERE IS INTERNATIONAL LAW? Kadarudin Kadarudin
The Juris Vol 1 No 1 (2017): JURNAL ILMU HUKUM : THE JURIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/juris.v1i1.22

Abstract

Konflik di Suriah menyita perhatian masyarakat internasional, bukan hanya karena jumlah korban yang sangat banyak, juga karena banyaknya negara yang ikut mengambil bagian dari konflik bersenjata dimaksud, bahkan anggota tetap Dewan Kemanan PBB (Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Rusia, dan Tiongkok) yang memiliki hak veto ikut mengambil bagian dari konflik bersenjata di Suriah, sehingga hukum internasional seolah tidak berdaya. Konflik bersenjata di Suriahmenjadi fakta mengenaskan di era masyarakat modern saat ini, dimana kekerasan dan pembantaian menjadi momok menakutkan di zaman peradaban perkembangan ilmu pengetahun manusia yang semakin maju, sehingga dibutuhkan peran dari negara-negara netral yang dapat membantu konflik bersenjata di Suriah segera berakhir dengan memfasilitasi perjanjian gencatan senjata antar pihak-pihak yang bertingkai.
STATE COMMITMENT TO FIGHT SEA POLLUTION BY PLASTIC WASTE IN UN CONVENTION ON CLIMATE CHANGE Kadarudin Kadarudin
The Juris Vol 2 No 1 (2018): JURNAL ILMU HUKUM : THE JURIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/juris.v2i1.32

Abstract

Manusia telah merusak lingkungan laut melalui sampah yang dibuang ke laut. Lautan dunia makin dipenuhi sampah yang dibuang manusia, mulai dari botol minuman, kantong plastik, hingga puntung rokok. Di beberapa tempat di lautan, bahkan ditemukan sampah yang mengumpul seperti daratan dengan luas bermil persegi. Bahkan The Great Pacific Garbage Patch atau kumpulan sampah plastik di Samudera Pasifik yang mengambang di lautan antara Hawaii dan California, terus membesar hingga berukuran 1,6 juta km2, atau hampir seluas daratan Indonesia yang berukuran 1,9 juta km. Oleh karena itu, komitmen negara-negara melalui kampanye untuk memerangi pencemaran laut sampah plastik di sela-sela pelaksanaan Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP23) merupakan hal yang mutlak dan sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran manusia dan sekaligus penyebaran informasi mengenai sampah plastik yangmembahayakan ketersediaan sumber daya kelautan dimasa yang akan datang.