Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal KALAM

Nilai-nilai Islam dalam Falsafah Hidup Masyarakat Lampung Yusuf, HImyari
KALAM Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i1.340

Abstract

Artikel ini mengkaji nilai-nilai/filsafat hidup masyarakat Lampung, khususnya masyarakt Lampung Pepadun, untuk mengetahui apakah nilai-nilai itu bertentangan dengan nilai-nilai agama (Islam) atau tidak. Pertanyan-pertanyan semacam ini, sampai pada tarap tertentu, sering menggangu kreativitas dan aktivitas kehidupan masyarakat Lampung dan berakibat filsafat hidup mereka, yang dikenal dengan sebutan Piil Pesenggiri itu, menjadi terasingkan dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Setelah melakukan kajian secara menyeluruh dan mendalam, studi ini menemukan fakta bahwa berbagai nilai dan filsafat hidup Piil Pesenggiri secara filosofis sesungguhnya koheren dengan nilai-nilai Islam dan bahkan juga relevan dengan nilai-nilai Pancasila
MENGGAGAS PENGETAHUAN BERBASIS KEMANUSIAAN: Menelaah Pemikiran Henry Bergson Yusuf, Himyari
KALAM Vol 6 No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v6i1.388

Abstract

Dewasa ini sistem pengetahuan modern disadari telah menimbulkan implikasi yang tidak kondusif bagi manusia dan kemanusiaan. Karenanya pengembangan pengetahuan yang berbasis kemanusiaan sudah merupakan hal yang sangat penting untuk ditampilkan. Tulisan ini mencoba untuk mengkaji tentang apa dan bagaimana struktur fundamental pengetahuan manusia dalam pandangan Henry Bergson dan relevansinya bagi pengembangan pengetahuan yang berbasis kemanusiaan. Pendekatan yang digunakan bersifat filosofis dengan metode refleksi kritis. Henry Bergson menempatkan manusia dan kemanusiaan sebagai dasar dan sumber yang permanen dalam struktur pengetahuan manusia. Landasan ontologis, epistemologis dan aksiologis pengetahuan manusia adalah manusia dan kemanusiaan. Sarana dan sumber untuk mendapatkan pengetahuan adalah indra, akal, hati nurani atau intuisi. Sarana dan sumber-sumber pengetahuan tersebut bersifat sinergik atau saling menguatkan. Struktur pengetahuan manusia dalam pemikiran Bergson secara filosofis koheren dengan pengetahuan yang berbasis kemanusiaan. Pengetahuan yang berbasis kemanusiaan pada idealita juga harus menempatkan manusia dan kemanusiaan sebagai dasar, sumber dan tujuan yang paling fundamental.
EKSISTENSI TUHAN DAN AGAMA DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT KONTEMPORER Yusuf, Himyari
KALAM Vol 6 No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v6i2.404

Abstract

Kajian ini membahas perspektif masyarakat kontemporer terhadap eksistensi Tuhan dan Agama dan kaitannya dengan kehidupan praktis manusia. Pembahasan menggunakan pendekatan filosofis atau filsafat ke-Tuhanan dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman secara menyeluruh dan mendasar terhadap hakikat keber-Tuhanan dan keberagamaan masyarakat dewasa ini. Eksistensi Tuhan dan agama selalu menjadi perbincangan bahkan menjadi perdebatan sepanjang sejarah umat manusia. Perdebatan yang tak kunjung selesai itu telah melahirkan berbagai pandangan yang satu dengan lainnya sangat berbeda bahkan bertentangan. Fakta belakangan ini menunjukkan bahwa secara teologis ada yang bertuhan dan beragama hanya pada tataran teoretis tapi tidak dalam tataran praktis (atheisme praktis/sekularisme), ada yang berlindung di balik ketidak mampuan atau kemustahilan manusia mengetahui Tuhan (agnotisisme) bahkan ada yang sama sekali mengingkari Tuhan dan agama baik secara teoretis maupun praktis (atheisme).
TEOLOGI NATURALISME DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PARADIGMA PERADABAN MANUSIA KONTEMPORER Yusuf, Himyari
KALAM Vol 7 No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v7i2.453

Abstract

Artikel ini membahas tentang teologi naturalisme yang telah mengantarkan peradaban modern yang positivisik. Persoalan idealisme metafisika atau super-naturalis mulai terkikis atau cenderung tidak lagi mendapatkan tempat dalam pemikiran barat modern karena telah dialihkan pada hal-hal yang konkret atau positifistik. Teologi naturalisme merupakan paham yang korelatif dengan filsafat alam. Paham theologi naturalisme semata-mata bersandarkan pada keberadaan alam dan kemampuan akal manusia. Teologi naturalisme memandang bahwa alam kesemestaan ini berjalan dengan sendirinya dalam arti tanpa intervensi Tuhan. Tuhan diyakini sebagai pencipta alam, namun setelah alam diciptakan Tuhan pergi keluar alam. Selain itu teologi naturalisme juga menolak semua yang bersifat metafisik dan spiritual yang ada dalam agama-agama. Agama dianggap benar manakala kebenarannya bersifat alamiah. Secara faktual teologi naturalisme telah berimplikasi terhadap sebahagian besar peradaban umat manusia kontemporer. Tampilan perilaku kekerasan, kebebasan seks, korupsi dan lain sebagainya, secara filosofis adalah representasi dari teologi yang tanpa Tuhan, tanpa spiritual-metafisik dan agama.