Ervan Efendi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan dengan Kejadian Skabies Pada Warga Binaan Pemasyarakatan di Provinsi Bangka Belitung Ervan Efendi; Arjuna Arjuna; Rima Berti Anggraini
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 7, No 1 (2023): JIK-April Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v7i1.606

Abstract

Skabies menjadi masalah kesehatan di Indonesia dengan prevalensi 5.6%-12.95%. Penyakit ini banyak ditemukan di lingkungan padat dengan saniter buruk serta personal hygiene yang kurang baik seperti di Pemasyarakatan di Rutan Kelas IIB Muntok Bangka Barat dengan peningkatan 11% pada tahun 2021 dibandingkan tahun sebelumnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pada warga binaan pemasyarakatan di Rutan Kelas IIB Muntok Bangka BaratTahun 2022. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel menggunakan total populasi yaitu sebanyak 123 warga binaan. Penelitian dilakukan di Rutan Kelas IIB Muntok Bangka Barat Tahun 2022. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan (p-value= 0,009), sikap (p-value=0,004) dan keterampilan (p-value=0,0001) dengan kejadian skabies pada warga binaan pemasyarakatan di Rutan Kelas IIB Muntok Bangka Barat Tahun 2022. Saran untuk Rutan Kelas IIB Muntok Bangka Barat agar dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan warga binaan pemasyarakatan khususnya terkait perilaku hidup bersih dan sehat serta pencegahan skabies melalui penyuluhan kesehatan dan monitoring lingkungan rutan secara rutin.
Gegar Budaya Mahasantri dalam Perspektif Albert Bandura Ervan Efendi; Heri Fadli Wahyudi
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 5 No 1 (2021): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v5i1.1222

Abstract

Setiap individu tentu akan merasa asing ketika berada di tengah lingkungan yang berbeda dari budaya asalnya. Hal yang demikian juga dialami oleh beberapa mahasantri kampus IDIA Prenduan, dimana mahasantri mengalami gegar budaya pendidikan khususnya bagi mahasantri baru. Hal ini dikarenakan budaya pendidikan kepesantrenan yang ada di Kampus IDIA Prenduan berbeda dengan budaya pendidikan tempat tinggal mereka sebelumnya. Sehingga peneliti tertarik untuk meneliti terkait gegar budaya pendidikan mahasantri dan faktor penyebabnya. Dalam penelitian ini peneliti memilih penggunaan pendekatan kualitatif lapangan, dengan jenis penelitian berupa penelitian deskriptif, data-data yang diperoleh dari penelitian ini melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Dan yang menjadi subjek penelitian adalah Mahasantri Intensif IDIA Prenduan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Yang akan diambil sampel dari penelitian ini ialah 14 mahasantri IDIA Prenduan yang mengalami gegar budaya pendidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; Gegar budaya pendidikan sebagai sebuah reaksi individu dalam penyesuaian diri terhadap budaya pendidikan dan lingkungan baru. Adapun faktor yang mempengaruhi gegar budaya pendidikan Mahasantri ada dua faktor; pertama, karena tingkat perbedaan atau ketimpangan yang jauh antara kebudayaan pendidikan lama dengan kebudayan pendidikan baru. Kedua, karena perbedaan kepribadian individu itu sendiri. Gegar budaya pendidikan yang dialami mahasantri IDIA Prenduan sejalan teori pembelajaran sosial (social learning) Albert Bandura, dimana Mahasantri melalui proses pengamatan dalam melakukan penyesuaian terhadap kondisi budaya dan lingkungan yang dihadapi.