Hermanus Warmetan
Fakultas Kehutanan Universitas Papua

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KERAGAMAN DAN KEPADATAN POPULASI SPESIES BURUNG PADA KAWASAN HUTAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS PAPUA Carlie Mainase; Hermanus Warmetan; Anton Silas Sinery
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol2.Iss1.40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman dan kepadatan populasi burung pada hutan pendidikan dan kebun hortikultura Universiitas Papua. Metode point count (titik pengamatan) diaplikasikan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kergaman pada hutan tanaman adalah 1,88 hutan alam 2,63 dan kebun hortikultura adalah 1,68 sehingga keragaman burung pada ketiga lokasi tergolong dalam indeks kergaman sedang. Kepadatan populasi burung pada hutan tanaman adalah 4, 81 ekor/ha, hutan alam 15,5 ekor/ha dan kebun hortikultura adalah 11 ekor/ha. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan masing-masing spesies yang dikategorikan rendah, sehingga kelimpahan masing -masing jenis atau spesies tidak sama.
PENGELOLAAN KAWASAN LAHAN BASAH SEBAGAI HABITAT BURUNG MIGRAN DI TAMAN NASIONAL WASUR Damianus V.S. Woghomugu; Hermanus Warmetan
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol3.Iss2.80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran peran penting kawasan hutan lahan basah dan deskripsi pengelolaan kawasan lahan basah sebagai habitat burung migran di kawasan Taaman Nasional Wasur. Metode yang digunakan yakni deskriptif dengan menggunakan kumpulan data-set dan kompilasi referensi-referensi terkait sebagai komparasi dalam penataan dan pengelolaan TNW sebagai kawasan alternatif migrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan lahan basah TNW memiliki keunikan dengan ciri iklim serta pola cuaca yang tidak tetap sepanjang tahun. Kekhasan keanekaragaman di kawasan TNW dipengaruhi oleh tipe hutan, daerah keterisolasian spesies, daya segmentasi kawasan, sehingga membentuk satuan habitat unik. Tercatat tipe ekosistem dominan masih didominasi ekosistem basah, dengan tipe daerah rawa. Jenis kelompok vegetasi utama yang dijumpai yaitu dari kelompok Melaluca dengan jenis: Melaleuca spp., Lophostemon lactifluus, Xanthostemon sp., Acacia leptocarpa, Salsar, Asterom. Selain itu jenis vegetasi hutan savana yang dominan di temukan yakni: Lophostemon lactifluus, Banksia dentata, Asteromyrtus symphiocarpa. Keterlibatan masyarakat dalam upaya pengelolaan kawasan telah dilakukan dan memberikan manfaat nyata. Tercatat setiap tahun terjadi mingrasi burung sebagai jalur alternatif persinggahan terutama antar benua ketika perubahan musim tahunan terjadi.
JENIS DAN DESKRIPSI KELELAWAR PEMAKAN BUAH DI SEKITAR KAWASAN HUTAN DATARAN RENDAH PANTAI UTARA MANOKWARI Ismael Sawor; Hermanus Warmetan
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol4.Iss2.96

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji jenis kelelawar pada kawasan hutan dataran rendah pantai utara Kabupaten Manokwari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik jelajah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis kelelawar pemakan buah yang ditemukan yaitu: Nyctimene albiventer, Rousettus amplexicaudatus, dan Macroglossus minimus yang semunya berasal dari satu famili yakni pteropodidae. Dari ketiga jenis kelelawar yang di jumpai, Rousettus amplexicaudatus merupakan jenis dengan jumlah individu terbanyak di bandingkan kedua jenis lainnya. Tingginya individu jenis ini di duga karena memiliki populasi yang sangat besar karena adaptasi yang cukup baik terhadap lingkungan.
KERAGAMAN JENIS KUPU-KUPU PADA WILAYAH DATARAN MASNI, KABUPATEN MANOWKARI Hasanudin Kelsubun; Hermanus Warmetan
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol5.Iss1.135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis kupu-kupu yang tersebar pada wilayah dataran Masni, Kabupaten Manokwari. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan yaitu deskriptif melalui kegiatan observasi lapangan secara langsung pada tiga bentang lahan yang berbeda yaitu pada tipe hutan sekunder, pada sisi aliran sungai, dan pada area pekarangan rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat total 39 jenis kupu-kupu dari 5 famili dengan jumlah dominan berasal dari famili Nymphalidae dan yang paling sedikit ditemukan dari famili Papilionidae. Berdasarkan distribusinya, jumlah individu kupu-kupu yang paling banyak ditemukan pada area pekarangan dengan 304 individu. Namun dari hasil analisis indeks keragaman dan indeks kemerataan menunjukkan bahwa area hutan sekunder memiliki nilai indeks keragaman dan kemerataan tertinggi dengan nilai H’ = 3,54 dan nilai indeks kemerataannya adalah 0,66 dibandingkan ke dua bentang lahan lainnya.
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS KUSKUS DI WILAYAH KABUPATEN TAMBRAUW Salmon Kasi; Meliza S. Worabai; Hermanus Warmetan
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46703/jurnalpapuasia.Vol5.Iss2.153

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis kuskus di Kampung Warsnembri guna pengembangan dan pengelolaannya di masa yang akan datang. Objek dalam penelitian ini adalah jenis kuskus dari famili Phalangeridae yang terdapat di Kampung Warsnembri Distrik Mubrani Kabupaten Tambrauw dimana penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik observasi dan survei yang dilakukan pada waktu malam hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 individu dari 2 spesies kuskus yaitu Phalanger orientalis (sebanyak 4 individu) dan Spilocuscus maculatus (sebanyak 2 individu). Kecenderungan diperolehnya sampel kuskus terindikasi karena berada dekat dengan sumber pakan yang tersebar pada tipe hutan primer dan sekunder. Hal ini juga didukung dengan pola konsumsi daging kuskus yang dibatasi pada komunitas masyarakat di kampung.