Rizaldy Taslim Pinzon
Departemen Neurologi, FK Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN DAN VALIDASI SKOR PREDIKSI MORTALITAS PASIEN PERDARAHAN SUBARAKNOID Jesi Prilly Hana; Rizaldy Taslim Pinzon; Esdras Ardi Pramudita
Callosum Neurology Vol 2 No 2 (2019): Callosum Neurology Journal
Publisher : The Indonesia Neurological Association Branch of Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.362 KB) | DOI: 10.29342/cnj.v2i2.18

Abstract

Latar Belakang: Terdapat beberapa faktor resiko yang telah diidentifikasi memepengaruhi mortalitas pasien Perdarahan Subaraknoid. Salah satu cara untuk mengetahui prognosis pasien perdarahan subaraknoid ialah dengan menggunakan sistem skoring. Skor dapat membantu para klinisi untuk menilai kondisi pasien, prognosis, serta menentukan penatalaksanaan yang terbaik bagi pasien. Tujuan Penelitian: Mengukur faktor prediktor yang mempengaruhi mortalitas pada pasien perdarahan subaraknoid dan meramalkan prognosis pasien perdarahan subaraknoid menggunakan skor prediktor mortalitas. Metode: Pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode kohort retrospektif. Data penelitian ini diperoleh dari data sekunder register stroke dan rekam medik pasien perdarahan subaraknoid di RS Bethesda Yogyakarta. Uji validitas menggunakan kurva receiver-operating characteristic (ROC) dan untuk cut off point  menggunakan area under the curve  (AUC). Hasil: Hasil analisis multivariate menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara mortalitas pasien perdarahan subaraknoid dengan kesadaran (RO: 19.722, 95% IK: 1.788- 217.521, p: 0.015), tekanan darah sistolik (RO: 157.4, 95%IK: 2.068- 11990.9, p: 0.022), gula darah sewaktu (RO:12.457, 95%IK:   2.305- 67.322, p: 0.03) dan komplikasi (RO: 30.539, 95%IK: 2.685- 347.377, p: 0.006). Masing-masing variabel memiliki skor untuk menentukan prognosis pasien perdarahan subaraknoid. Skor memiliki kemampuan yang baik dalam memperediksi mortalitas pasien perdarahan subaraknoid (AUC) ROC 0.946 (95% IK: 0.896- 0.995; p: <0.001). Kesimpulan: Skor prediktor mortalitas valid digunakan untuk meramalkan mortalitas pada pasien perdarahan subaraknoid. Kata Kunci: Perdarahan Subaraknoid, Skor Prediktor, Mortalitas
TINJAUAN ASPEK RADIOLOGIS FAHR'S DISEASE Jimmy Indarto Gunawan; Rizaldy Taslim Pinzon
Callosum Neurology Vol 2 No 2 (2019): Callosum Neurology Journal
Publisher : The Indonesia Neurological Association Branch of Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.397 KB) | DOI: 10.29342/cnj.v2i2.19

Abstract

Latar Belakang: Fahr’s disease merupakan penyakit langka saat deposit kalsium abnormal berada di area otak yang mengontrol pergerakan. Kasus: Wanita 54 tahun datang ke mengeluh badan lemah, sulit menelan, demam, dan sulit berbicara. Pasien memiliki riwayat diabetes melitus, hipertensi dan stroke. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah tinggi dan tonus otot meningkat. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kondisi hiperglikemia. Pemeriksaan computed tomography (CT)-scan pasien menunjukkan gambaran kalsifikasi di ganglia basalis dan kedua hemisfer serebelum. Diskusi: Fahr’s disease merupakan penyakit yang memiliki satu atau lebih gejala gangguan neurologis, kognitif, dan psikiatri secara progresif atau dengan adanya kombinasi dari kalsifikasi ganglia basalis yang simeteris. Pasien pada kasus ini tergolong sebagai Fahr’s disease idiopatik. Penyakit ini bersifat progresif dan memerlukan CT-scan serial untuk mengevaluasi keberhasilan pengobatan. Saat ini belum ada terapi definitif Fahr’s disease, dan terapi masih simptomatik. Simpulan: Penemuan kasus Fahr’s disease memerlukan pemeriksaan yang runtut dan evaluasi CT-scan berkala sembari mencari faktor risiko pasien. Kata Kunci: Fahr’s disease, CT scan, Radiologis, Gambaran Radiologis