Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dialektika Sunni dan Syiah Melacak Argumentasi Hukum Nikah Mut’ah Subhan Subhan
JURNAL AT-TURAS Vol 5, No 1 (2018): Hukum Islam dan Tantangan Global
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.472 KB) | DOI: 10.33650/at-turas.v5i1.321

Abstract

Studi ini bertujuan untuk melacak, memperlihatkan dan mengomparasikan argumentasi yang mendasari pandangan Sunni dan Syiah tentang nikah mut’ah. Perbedaan pendapat antarkeduanya, terkait keniscayaan nikah mut’ah, akan ditelusuri berdasarkan sumber hukum masing-masing pandangan, yakni penafsiran QS. an-Nisa [4]: 24.  Fuqaha Sunni yang merujuk pada fikih empat mazhab memahami ayat tersebut bukan sebagai dalil yang memperbolehkan nikah mut’ah, sementarafuqaha Syiah justru memahami sebaliknya. Dengan metode komparatif, studi ini menyatakan bahwa berdasarkan QS An-Nisa’ [4]: 24, al-Mu’minun [23]: 5-7, dan at-Talaq [65]: 1, pernyataan hadis dan ijma’ ulama, dapat dipahami bahwa nikah mut’ah termasuk dalam katergori haram. Sebaliknya, fuqaha Syiah berpendapat bahwa QS. an-Nisa [4]: 24 adalah dalil yang meperbolahkan mut’ah yang berlaku sejak masa awal keislaman dan hanya dilarang pada masa Umar bin Kattab. Pelarangan tersebut dipahami bukan sebagai larangan yang berpijak pada dalil naqli, melainkan hanya sebagai ijtihad Umar yang merupakan dalil aqli, dan karenanya tidak menutup peluang interpretasi.