I.G.A Artatik
UNIVERSITAS HINDU INDONESIA DENPASAR

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POLA INTERAKSI UMAT HINDU–NASRANI I.G.A Artatik
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 1 No 1 (2018): Vidya Wertta, Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.406 KB) | DOI: 10.32795/vw.v1i1.171

Abstract

Pesatnya perkembangan industri pariwisata membawa dampak heterogenitas kultural yang bercampur baur menjadi satu. Hal ini memberikan corak tersendiri bagi kultur masyarakat Bali yang berbasiskan spirit dan nilai–nilai agama Hindu. Serta memiliki paradigma yang selama ini melekat pada orang Bali, bahwa orang Bali adalah orang yang sangat terbuka, toleran, dan ramah terhadap keberadaan suku, bangsa ataupun agama lain. Namun kontak atau interaksi dengan asyarakat pendatang tentu saja akan memberikan suatu pengaruh, baik secara disengaja maupun tidak disengaja bagi kedua belah pihak yang berinteraksi tersebut, seperti halnya yang terjadi di desa Dalung. Dimana interaksi dengan agama Nasrani baik paham Katolik dan paham Protestan (Kristen) telah terjadi sejak tahun 1936, ditandai dengan didirikannya Gereja pertama di Bali yang bertempat di Desa Adat Tuka, Desa Dalung. Beberapa masyarakat desa Dalung beralih agama (konversi agama) dari Hindu ke Katolik dan Protestan. Namun dewasa ini ada juga yang kembali lagi ke agama asal yaitu agama Hindu. Sebagai sebuah masyarakat yang terdiri atas dua komunitas, yaitu Nasrani dan Hindu sangat disadari kemungkinan terjadinya konflik sebab secara ideologi kedua keyakinan ini memang berbeda. Namun dalam perjalanan sejarahnya belum pernah terjadi konflik yang sangat berarti. Walaupun muncul konflik biasanya diselesaikan oleh kedua belah pihak dengan cara musyawarah dan kekeluargaan.
TINJAUAN HUKUM ADAT BALI TERHADAP PELAKSANAAN PERKAWINAN NYEBURIN I.G.A Artatik
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 1 No 2 (2018): Vidya Wertta, Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.745 KB) | DOI: 10.32795/vw.v1i2.188

Abstract

Perkawinan nyeburin adalah nama jenis atau bentuk perkawinan menurut adat dan agama Hindu di Bali dimana si wanita berstatus sebagai purusa yang ditetapkan sebagai sentana rajeg dan si pria selaku predana keluar dari rumpun keluarga asalnya dan melakukan (mecebur) atau masuk kedalam lingkungan keluarga istrinya. Upacara perkawinan secara agama Hindu akan dapat dilaksanakan bilamana kedua mempelai beragama Hindu. Jika sebelumnya salah seorang dari mempelai itu tidak beragama Hindu, maka kepada yang bersangkutan wajib mengikuti upacara Sudhi Wadani. Tanpa upacara ini, menurut hukum Agama Hindu maupun secara administrative perkawinan itu tidak dapat dilangsungkan, karena setiap perkawinan menurut agama Hindu akan sah bila sebelumnya kedua mempelai beragama Hindu.