Syani Bombongan Rantesalu
Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Toraja

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberlakuan Kurikulum Berbasis Nilai dan Karakter dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Terhadap Kecerdasan Spiritual Siswa SMA Negeri Di Tana Toraja. Syani Bombongan Rantesalu
BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/b.v3i2.152

Abstract

Abstract: A value and character based curriculum is the core of the curriculum from time to time which is designed to answer the challenges of the times. In this paper, the author wants to examine the application of value-based and character-based curriculum in Christian Religious Education learning to the spiritual intelligence of public high school students in Tana Toraja. This is considered important because in the implementation of a value-based and character-based curriculum it has less impact on the spiritual intelligence of state high school students in Tana Toraja. The method used in this paper is qualitative research with descriptive analysis method. This study concludes that the curriculum developed in Christian religious education learning is still general in nature, which is designed in general in a universal context which is then developed according to a particular context. The curriculum in the context of Christianity in learning values and character in Christian education is only one source, namely from the Bible and applies to everyone in all places, as for the value in character building in relation to this spiritual intelligence, namely the value of love which is the main command of God, readiness to hear. and slow to speak, the value of holiness is not defiling oneself with various temptations and the values of the fruit of the Holy Spirit, namely love, joy, peace, patience, generosity, kindness, loyalty, gentleness and self-control.Keywords: values, character, spiritual intelligence  Abstrak: Kurikulum berbasis nilai dan karakter adalah inti dari dari kurikulum dari masa ke masa yang di desain untuk menjawab tantangan jaman. Dalam tulisan ini, penulis ingin mengkaji pemberlakuan kurikulum berbasis nilai dan karakter dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen terhadap Kecerdasan spiritual siswa SMA Negeri di Tana Toraja. Hal ini dianggap penting oleh karena dalam pemberlakuan kurikulum berbasis nilai dan karakter kurang berdampak bagi kecerdasan spiritual siswa SMA Negeri di Tana Toraja. Dalam tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis dekriptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa, kurikulum yang dikembangkan dalam pembelajaran pendidikan Agama kristen masih bersifat umum, yakni dirancang secara umum dalam konteks universal yang kemudian dikembangkan sesuai konteks tertentu. Kurikulum dalam konteks kekristenan dalam pembelajaran nilai dan karakter pada pendidikan Kristen hanya satu sumber yakni dari Alkitab dan berlaku bagi setiap orang disegala tempat, adapun nilai dalam pembentukan karakter dalam kaitannya dengan kecerdasan spiritual ini yakni nilai kasih yang merupakan perintah utama Tuhan Allah, kesiapan untuk mendengar dan lambat untuk berkata-kata, nilai kekudusan yakni tidak menajiskan diri dengan berbagai godaan jasmani dan nilai-nilai dari buah Roh Kudus Kata Kunci: Nilai, karakter, kecerdasan spiritual
Kompetensi Pedagogik Menurut Analisis Ulangan 6:7-9 dengan Pendekatan Hermeneutik Schleiermacher Syani Bombongan Rantesalu
BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/b.v1i2.14

Abstract

A Primary educator is that parents have an obligation to educate their children to know God. God through Moses ordered the parents of the Israelites to love God with all their heart and not only be limited to that but then also taught their children about God. The method delivered by Moses, which must be done by parents is to teach repeatedly, talk at all times, tie it to the hands and forehead and write on the door and the gate. From these four methods it can be concluded that Moses commanded the Israelites to love God by the method of teaching repeatedly, talking at all times, binding to their hands and forehead and writing on the door of the house and gate, then every Israelite looked at God in sacredness and studied God in the context of life with, so that the teachings of God are one with the child and are realized in every life.Abstrak: Pendidik yang utama adalah para orang tua yang memiliki kewajiban untuk mendidik anak-anak mereka untuk mengenal Allah. Allah melalui Musa memerintahkan agar para orang tua di Israel untuk mengasihi Allah dengan segenap hati dan tidak hanya terbatas pada hal tersebut, melainkan juga mengajarkan anak-anak mereka tentang Allah. Metode yang diajarkan oleh Musa agar para orang tua mengajarkan hal tersebut kepada anak-anak secara berulang-ulang, membicarakannya dalam segala waktu, mengikatnya di tangan dan dahi mereka serta menuliskannya pada pintu rumah dan pintu gerbang. Dari empat metode ini dapat disimpulkan bahwa Musa memberikan perintah orang-orang Israel untuk mengasihi Allah dengan cara mengajarkannya secara berulang-ulang, membicarakannya di segala waktu, mengikatnya pada tangan dan dahi, serta menulikannya pada pintu dan gerbang, maka setiap anak-anak Israel akan memandang Allah dengan kekudusan dan belajar tentang Allah melalui kehidupan, sehingga pengajaran tentang Allah dinyatakan dalam setiap kehidupan.