Hefni Zain
Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL BERBASIS MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA Zain, Hefni
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena meningkatnya dekadensi moral dan perilaku takterpuji seperti kekerasan, tawuran, eksklusivisme dan lemahnyatoleransi serta penghargaan terhadap orang lain dalam segalabentuknya merupakan indikator belum efektifnya fungsi pendidikanIslam yang dijalankan. Dari berbagai fenomena tersebut, banyakpihak memandang perlu dikembangkannya model pendidikan Islammultikultural yang terfokus pada pentingnya penghormatan terhadapkeragaman dan pengakuan kesederajatan paedagogis terhadap semuaorang (equal for all) yang memiliki hak yang sama untuk memperolehlayanan pendidikan dan penghapusan berbagai bentuk diskriminasisehingga terwujud suasana toleran, demokratis, humanis, inklusif,dan sinergis tanpa melihat latar belakang kehidupannya.
PENDIDIKAN ISLAM MARHAMAH SEBAGAI BASIS HARMONI PERADABAN Zain, Hefni
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi pendidikan Islam masih cenderung dogmatis sertakurang mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatifsehingga melahirkan pemahaman agama yang eksklusif serta lemahdalam memahami kearifan budaya. Akibatnya, pendidikan Islambelum berhasil membangun manusia Islami yang berkarakter. Bahkandi tengah meluasnya anjuran sikap toleran inter dan antar umatberagama, kekerasan bernuansa agama masih saja terjadi. Fenomenatersebut merupakan indikator nyata dari belum efektifnya strategi,model dan fungsi pendidikan Islam yang selama ini dijalankan.Karena itu, mendesak untuk “membumikan” pendidikan Islamberbasis marhamah sebagai perekat baru integrasi umat yang sekianlama tercabik-cabik. Pendidikan Islam berbasis marhamah dapatmenjadi fondasi dan pilar penyangga bagi keberagamaan yang hakikisehingga terwujud harmoni peradaban yang dicita-citakan.
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL BERBASIS MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA Zain, Hefni
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2013)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.975 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v8i1.386

Abstract

Fenomena meningkatnya dekadensi moral dan perilaku takterpuji seperti kekerasan, tawuran, eksklusivisme dan lemahnyatoleransi serta penghargaan terhadap orang lain dalam segalabentuknya merupakan indikator belum efektifnya fungsi pendidikanIslam yang dijalankan. Dari berbagai fenomena tersebut, banyakpihak memandang perlu dikembangkannya model pendidikan Islammultikultural yang terfokus pada pentingnya penghormatan terhadapkeragaman dan pengakuan kesederajatan paedagogis terhadap semuaorang (equal for all) yang memiliki hak yang sama untuk memperolehlayanan pendidikan dan penghapusan berbagai bentuk diskriminasisehingga terwujud suasana toleran, demokratis, humanis, inklusif,dan sinergis tanpa melihat latar belakang kehidupannya.
PENDIDIKAN ISLAM MARHAMAH SEBAGAI BASIS HARMONI PERADABAN Zain, Hefni
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 2 (2014)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.36 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v9i2.405

Abstract

Strategi pendidikan Islam masih cenderung dogmatis sertakurang mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatifsehingga melahirkan pemahaman agama yang eksklusif serta lemahdalam memahami kearifan budaya. Akibatnya, pendidikan Islambelum berhasil membangun manusia Islami yang berkarakter. Bahkandi tengah meluasnya anjuran sikap toleran inter dan antar umatberagama, kekerasan bernuansa agama masih saja terjadi. Fenomenatersebut merupakan indikator nyata dari belum efektifnya strategi,model dan fungsi pendidikan Islam yang selama ini dijalankan.Karena itu, mendesak untuk “membumikan” pendidikan Islamberbasis marhamah sebagai perekat baru integrasi umat yang sekianlama tercabik-cabik. Pendidikan Islam berbasis marhamah dapatmenjadi fondasi dan pilar penyangga bagi keberagamaan yang hakikisehingga terwujud harmoni peradaban yang dicita-citakan.
Eksistensi dan Perkembangan Tarekat Wahidiyah: The Existence and Development of the Wahidiyah Order Zain, Hefni
Fenomena Vol 6 No 1 (2007): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v6i1.406

Abstract

-
Pemberdayaan Da'i Perempuan dan Kesetaraan Gender melalui Learning Organization di Lembaga Dakwah NU (LDNU) Jember: Empowerment of Female Preachers and Gender Equality through Learning Organization at the NU Da'wah Institute (LDNU) Jember Zain, Hefni
Fenomena Vol 9 No 2 (2010): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v9i2.470

Abstract

In Islamic discourse, especially in the context of da'wah, women are still often undervalued and even marginalized, particularly in holding positions as religious interpreters. This results in half-hearted recognition of their knowledge and leadership. Empirically, however, there are many women in society known for their knowledge and leadership, widely acknowledged for their contributions to development. This research employed a qualitative design with a descriptive approach, collecting data through participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies. The findings revealed that the empowerment of female preachers through the learning organization approach at LDNU Jember focused on professionalism and spirituality training, implemented through six disciplines: spiritual motivation, personal mastery, mental models, building shared vision, team learning, and system thinking. The most dominant factor influencing this empowerment was the approach used, as the right approach created a conducive and varied empowerment atmosphere, enabling the goals to be achieved effectively, efficiently, and productively. The steps taken by LDNU Jember in empowering female preachers included setting equality-based empowerment standards, planning training programs according to the established standards, and conducting simulations and program evaluations. Dalam wacana Islam, khususnya dalam konstelasi dakwah, perempuan masih sering dipandang rendah dan bahkan termarginalkan, terutama dalam memegang posisi sebagai penafsir agama. Hal ini berimplikasi pada pengakuan yang setengah hati terhadap pengetahuan dan ketokohan mereka. Padahal, secara empiris di masyarakat terdapat banyak perempuan yang dikenal karena pengetahuan dan ketokohannya serta diakui secara luas kontribusinya dalam pembangunan. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan da'i perempuan melalui pendekatan learning organization di LDNU Jember difokuskan pada pelatihan profesionalitas dan spiritualitas yang diterapkan melalui enam disiplin: motivasi spiritual, penguasaan diri, model mental, membangun visi bersama, pembelajaran tim, dan berpikir sistem. Faktor yang paling dominan mempengaruhi pemberdayaan ini adalah pendekatan yang digunakan, karena dengan pendekatan yang tepat, tercipta suasana pemberdayaan yang kondusif dan variatif sehingga tujuan pemberdayaan dapat dicapai secara efektif, efisien, dan produktif. Langkah-langkah yang dilakukan LDNU Jember dalam upaya pemberdayaan da'i perempuan meliputi: menetapkan standar pemberdayaan berbasis kesetaraan, merencanakan program pelatihan sesuai standar yang ditetapkan, serta melakukan simulasi dan evaluasi hasil program.
Pengembangan Pendidikan Islam Multikultural Berbasis Manajemen Sumber Daya Manusia: Development of Multicultural Islamic Education Based on Human Resource Management Zain, Hefni
Fenomena Vol 12 No 1 (2013): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v12i1.532

Abstract

Although various measures of reform and development models for Islamic education have been initiated, these efforts have not yet fully achieved the expected goals. Empirically, the implementation of Islamic education in various educational units has not significantly impacted students' behavioral changes, even though one of its primary objectives is to transform their way of thinking, feeling, and worldview. The rise in moral decadence and undesirable behaviors such as violence, conflict, exclusivism, and weak tolerance and respect for others among school children indicates the ineffectiveness of current Islamic education models and functions. In response to these phenomena, the development of a multicultural Islamic education model is deemed essential, focusing on respect for diversity, pedagogical equality, and the elimination of discrimination to build a just, tolerant, democratic, humane, inclusive, and harmonious society regardless of ethnic, social, religious, or gender backgrounds. This study focuses on: (1) The concept of multicultural Islamic education development, (2) Its prescriptive and empirical foundations, (3) Opportunities and challenges in its development, and (4) Development based on human resource management. Meskipun telah dirintis berbagai langkah reformasi dan model pengembangan pendidikan Islam, upaya tersebut hingga kini belum sepenuhnya mencapai tujuan yang diharapkan. Pada ranah empiris, implementasi pendidikan Islam di berbagai unit pendidikan belum banyak memberikan implikasi signifikan terhadap perubahan perilaku peserta didik, padahal salah satu tujuan utama pendidikan Islam adalah perubahan pola pikir (way of thinking), perasaan (way of feeling), dan pandangan hidup (way of life) pada peserta didik. Fenomena meningkatnya dekadensi moral dan perilaku tidak terpuji seperti kekerasan, konflik, eksklusivisme, serta lemahnya toleransi dan penghargaan terhadap orang lain yang melibatkan anak sekolah menjadi indikator nyata ketidakefektifan model dan fungsi pendidikan Islam selama ini. Berdasarkan fenomena tersebut, pengembangan model pendidikan Islam multikultural dinilai penting untuk memfokuskan pada penghormatan terhadap keragaman, pengakuan kesetaraan pedagogis, serta penghapusan diskriminasi guna membangun masyarakat yang adil, toleran, demokratis, humanis, inklusif, dan harmonis tanpa memandang latar belakang etnik, status sosial, agama, atau jenis kelamin. Penelitian ini difokuskan pada: (1) Konsep pengembangan pendidikan Islam multikultural, (2) Landasan preskriptif dan empirik pengembangannya, (3) Peluang dan tantangan pengembangan, serta (4) Pengembangan berbasis manajemen sumber daya manusia.
Pengembangan Pendidikan Islam Berbasis Multikultural (Studi pada Pondok Pesantren Al-Qodiri dan Al-Ghazali Jember): Development of Multicultural-Based Islamic Education (A Study at Al-Qodiri and Al-Ghazali Islamic Boarding Schools in Jember) Zain, Hefni
Fenomena Vol 13 No 2 (2014): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v13i2.567

Abstract

Amidst societal awareness of plurality, the development of multicultural education continues to expand to various places, including several Islamic boarding schools in the Jember region, particularly Al-Qodiri and Al-Ghazali Islamic boarding schools. Over the past five years, these two boarding schools have developed multicultural education, which emphasizes the importance of respecting plurality and acknowledging pedagogical equality for all individuals who have the same right to receive educational services, regardless of their ethnicity, social status, religion, or gender. This research is based on the general question: What is the strategy for developing multicultural-based Islamic education at Al-Qodiri and Al-Ghazali Islamic boarding schools in Jember? To address this general question, the research aims to answer three specific questions: (1) How is the implementation of multicultural-based Islamic education development at these two institutions? (2) What steps have the leaders of these institutions taken to develop multicultural-based Islamic education? (3) What are the opportunities and obstacles in developing multicultural-based Islamic education at these two institutions? Dalam kesadaran masyarakat akan pluralitas, pengembangan pendidikan multikultural terus merambah ke berbagai tempat, termasuk beberapa pondok pesantren di wilayah Jember, khususnya Pondok Pesantren Al-Qodiri dan Al-Ghazali Jember. Selama lima tahun terakhir, kedua pondok pesantren tersebut telah mengembangkan pendidikan multikultural, yaitu pendidikan yang menekankan pentingnya penghormatan terhadap pluralitas dan pengakuan kesetaraan pedagogis terhadap semua orang yang memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan, apa pun etnis, status sosial, agama, dan jenis kelaminnya. Penelitian ini didasarkan pada pertanyaan umum: Bagaimana strategi pengembangan pendidikan Islam berbasis multikultural di Pondok Pesantren Al-Qodiri dan Al-Ghazali Jember? Untuk memahami pertanyaan umum tersebut, penelitian ini berusaha menjawab tiga pertanyaan spesifik: (1) Bagaimana implementasi pengembangan pendidikan Islam berbasis multikultural di kedua lembaga tersebut? (2) Bagaimana langkah-langkah pimpinan kedua lembaga dalam mengembangkan pendidikan Islam berbasis multikultural? (3) Apa saja peluang dan hambatan dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis multikultural di kedua lembaga tersebut?