This Author published in this journals
All Journal Abdi Seni
Setya Widyawati
Jurusan Seni Tari Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BENTUK DAN STRUKTUR DRAMA TARI MAHAKARYA BANGUN WONOSOBO D., Daryono; N., Nuryanto; Setya Widyawati
Abdi Seni Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2770.954 KB) | DOI: 10.33153/abdiseni.v7i1.1839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan struktur dramatariMahakarya Bangun Wonosobo.Drama tariMahakarya Bangun Wonosobo disusun dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Wonosoboyang ke-190. Susunan drama tariMahakarya Bangun Wonosobo berdurasi sekitar 30 menit, mengisahkanberdirinya Kota Wonosobo yang dipimpin Bupati Setjonegoro. Metode penyusunan drama tarimenggunakan peer group sanggar-sanggar tari yang ada di Wonosobo. Masing-masing sanggar diberipenjelasan tentang gagasan isi yang sudah dituangkan ke dalam skenario. Selanjutnya memberikan tugasmenyusun dan menarikan satu sampai dua adegan didampingi oleh seorang pelatih. Musik tari yang digunakanmerupakan musik editing dari berbagai sumber, diramu sesuai dengan suasana masing-masing adegan.Drama Mahakarya Bangun Wonosobo terdiri atas empat adegan. Adegan ke-1. penggambaran prosesibersatunya kerajaan Hindu - Budha yang didukung dengan suasana hening, agung, dan wibawa. Adeganke-2, penggambaran penduduk Dieng era lama, mereka berjudi, madat, merokok, membuat kacau,diungkapkan dengan suasana tenang menuju ketegangan. Tiga orang kyai yang bernama Kyai Kolodete,Kyai Karim dan Kyai Walik memberikan wejangan. Rakyat mulai sadar dan tumbuh semangat untukmemperbaiki diri. Rakyat dengan semangat kebersamaan menyambut harapan baru. Mereka berdoa kepadaTuhan agar segala godaan dapat teratasi dalam membangun Wonosobo. Adegan ke-3, Penggambaranrakyat pedesaan, diselingi dhagelan Tukiyem dan Bejo untuk membangkitkan suasana gembira. Adeganke-4, serbuan penjajah Belanda, suasananya tegang penuh ketakutan. Kompeni pesta pora, mabuk danlenggeran. Suasana semakin tegang. Rakyat yang dipimpin Setjonegoro mengadakan perlawanan akhirnyamenang. Setjonegoro mendapat mandat untuk mendirikan kadipaten. Boyong kedhaton dari Ledhok keKadipaten Wonosobo,Kata kunci: dramatari, Mahakarya Bangun Wonosobo.