This Author published in this journals
All Journal VA Imajinasi
Imam Zaini
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : VA

CERITA REYOG PONOROGO VERSI BANTARANGIN SEBAGAI IDE BERKARYA SENI LUKIS MUSTIKA WENNI, INTAN; ZAINI, IMAM
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penciptaan ini dilatarbelakangi oleh kecintaan terhadap kesenian daerah kelahiran pencipta, yakni kesenian Reyog Ponorogo. Kesenian Reyog Ponorogo berasal dari kabupaten Ponorogo yang biasanya kental dengan kisah mistik di dalamnya. Kesenian Reyog Ponorogo memiliki tiga versi cerita yang berbeda, yaitu Reyog Ponorogo versi Bantarangin, Batara Katong dan Ki Ageng Kutu. Fokus penciptaan karya ini adalah memunculkan cerita asal usul Reyog Ponorogo khusus versi Bantarangin yang memiliki nilai romantis, moral, dan religi dan edukasi menjadi karya lukis. Sedangkan tujuan dari penciptaan ini adalah menyampaikan pesan dari cerita Reyog Ponorogo melalui karya seni lukis dengan memvisualisasikan kisah romantis yang menceritakan perjuangan seorang raja untuk mempersunting permaisuri yang didambakannya dengan tetap menggunakan beberapa hiasan asli yang ada pada kostum pemain kesenian Reyog Ponorogo. Karya skripsi seni lukis ini menggunakan metode penciptaan dengan tahapan antara lain, ide, konsep, persiapan proses penciptaan, proses penciptaan, dan penyajian karya. Dalam proses penciptaan karya yang berjudul cerita Reyog Ponorogo versi Bantarangin sebagai ide berkarya Seni, tahapan yang dilakukan yaitu pengumpulan data mengenai Reyog Ponorogo, kemudian menyiapkan alat dan bahan dalam membuat karya. Kemudian pembuatan desain karya pada kertas, pemindahan desain yang telah disetujui pada kanvas, setelah itu tahap pewarnaan dan pendetailan yang diakhiri dengan finishing karya. Hasil penciptaan karya seni lukis dengan cerita Reyog Ponorogo versi Bantarangin ini menghasilkan 5 karya seni lukis, karya yang pertama berjudul ?Sendhika Dhawuh Dewi Sangga Langit?, dengan media kanvas ukuran karya 100 x 120 cm. Karya kedua berjudul ?Perang Klana Sewandhana Klawan Singo?, dengan media kanvas ukuran karya 100 x 120 cm. Karya ketiga berjudul ?Tundhuke Singo Lodra?, dengan media kanvas ukuran karya 100 x 120 cm. Karya keempat berjudul ?Reyog Bantarangin?, dengan media kanvas ukuran karya 100 x 120 cm. Karya kelima berjudul ?Kelono Sewandhana Cidra?, dengan media kanvas ukuran karya ini 100 x 120 cm. Kata Kunci: Reyog, versi Bantarangin, Penciptaan, Seni Lukis
EKSISTENSI BUDI HARIYANTO SEBAGAI GURU SEKALIGUS SENIMAN LUKIS DI PAMEKASAN SALIM, ABDUS; ZAINI, IMAM
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap; (1) Profil Budi Hariyanto sebagai guru sekaligus seniman lukis di Pamekasan. (2) Proses kreatif Budi Hariyanto sebagai guru sekaligus seniman lukis di Pamekasan. (3) Kiprah dan karya Budi Hariyanto sebagai guru sekaligus seniman lukis di Pamekasan. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode meliputi:pengamatan atau observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian dilakukan penganalisisan data, untuk mencapai validitas data menggunakan triangulasi data. Dari analisis data diperoleh kesimpulan bahwa; (1) Budi Hariyanto merupakan anak dari keluarga yang sederhana, sejak kecil Budi Hariyanto sangat suka menggambar. Budi Hariyanto merupakan alumni sarjana dan pascasarjana IKIP Surabaya, dan sekarang menjadi seorang guru di SMA Negeri 1 Pademawu Pamekasan. (2) Proses kreatif Budi Hariyanto sebagai guru di sekolah yaitu mengajar layaknya seorang guru pada umumnya, Budi Hariyanto sering membawa siswa untuk belajar seni di luar sekolah. Proses kreatif Budi Hariyanto sebagai seniman selalu memperhatikan ide, tema, dan media dalam melukis. Budi Hariyanto dalam berjarya terdapat beberapa fase, yaitu fase persiapan, ingkubasi, illuminasi dan verifikasi. Budi Hariyanto selalu mengangkat kebudayaan Madura dalam lukisannya. (3) Kiprah dan karya Budi Hariyanto dalam dunia pendidikan dan kesenian sudah lumayan bagus. Budi Hariyanto selain menjadi guru juga seorang seniman lukis yang sangat produktif. Sehingga sampai saat ini Budi Hariyanto sering mengadakan pameran tunggal maupun kelompok di Pamekasan. Kata kunci: Eksistensi, Guru, Seniman, Lukis, Madura