Prajanata Bagiananda Mulia
Institut Seni Indonesia Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CROSS-CUTTING : PEMBENTUKAN KONFLIK DALAM FILM “HAJI BACKPACKER” Prajanata Bagiananda Mulia
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1913.489 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v19i2.152

Abstract

Cross–cutting, sebuah teknik dalam editing film dengan memainkan dua situasi adegan berbeda ruang, yang seperti akan bertemu namun kenyataannya tidak. Sutradara film Haji Backpacker melalui peran editornya menyusun urutan gambar menggunakan teknik- teknik tertentu, seperti yang dominan terlihat pada film Haji Backpacker yaitu penerapan teknik cross-cutting. Penggambaran adegan di luar satu kesatuan cerita seperti adegan mimpi, adegan masa lalu, dan sejenisnyadigunakan untuk meningkatkan ketegangan, menampilkan konflik, dan menunjukkan titik perbandingan ataupun perbedaan. Penelitian ini mencoba membedah bagaimana sebuah teknik sederhana dalam editing filmseperti cross-cutting yang mencoloktampak pada film Haji Backpacker mempunyai peran kuat dalam gaya bercerita sehingga mempengaruhi pembentukan konflik cerita. Teknik cross- cuttingdilihat dari bagaimana dan mengapa ia muncul, hingga pemaknaan pada konflik internal maupun eksternal yang ditimbulkan terhadap film Haji Backpacker. Hasil dari penelitian ini bahwa konflik mampu dilihat dan dibentuk melalui teknik cross-cutting yang selalu terikat dalam suatu tema besar tiap kemunculannya
PRODUKSI FILM MIKRO WISATA KOLABORASI FORUM FILM DESA Titus Soepono Adji; Titus Soepono Adji Adji; Prajanata Bagiananda Mulia; Dafa Satriyo Putra
Journal of Applied Community Engagement Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Applied Community Engagement (JACE)
Publisher : ISAS (Indonesian Society of Applied Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/pswp6m02

Abstract

Rural film production holds strategic potential as a medium of community expression, yet its sustainability is often constrained by limited funding. Positioned as civic media (Jenkins et al., 2016) and a form of visual agency (Pink, 2007), rural films can strengthen local identity while creating economic opportunities through film-induced tourism (Beeton, 2006). Under micro-budget conditions, production requires resource-based creativity (Mahaffy, 2025; Greenberg, 2022), making alternative financing models such as crowdfunding and community-driven gotong royong (Belleflamme et al., 2014) essential. This study employs Participatory Action Research (Reason & Bradbury, 2008; McIntyre, 2007) by establishing the Rural Film Forum as a collaborative space linking film communities, local businesses, government, and academics. The forum facilitates resource mapping and co-production between local film community and other local partners. Findings show that collective financing not only addresses funding gaps but also increases social participation, indicating that sustainable rural film production relies on collaborative ecosystems and can serve as an instrument for community empowerment and tourism promotion.