Muhammad Chusnul Yakin
STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keimanan Antara Keamanan dan Ancaman (Studi kolerasi dalam Perspektif Al-Qur’ān dan Al-Hadīth): (Studi kolerasi dalam Perspektif Al-Qur’an dan Al-Hadith) Muhammad Chusnul Yakin
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 9 No 1 (2019): Maret
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.034 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol9.Iss1.39

Abstract

Keamanan adalah anugrah terbesar dari Allah kepada makhluk, karena hal itu merupakan sumber keseimbangan stabilitas, keamanan dan ketenteraman, bahkan merupakan salah satu tuntutan dasar yang tidak asing bagi seluruh tingkat individu, keluarga, regional dan internasional. Itulah sebabnya tidak ada negara di seluruh dunia yang tidak lepas dari pusat studi keamanan. bahkan, penelitian tentang keamanan di akhirat, sehingga terwujud keamanan dan stabilitas bagi pemiliknya diakhirat. Keamanan bukanlah kata, melainkan tujuan mulia yang hanya bisa dicapai dengan keikhlasan Iman, dan itu adalah prinsip utama dari iman. Tidak ada keamanan dan keselamatan kecuali dengan keimanan. Karena Iman adalah keyakinan dilubuk hati, dan diungkapkan dengan lisan, kemudian amal dengan anggota badan, maka makna inilah yang membuahkan keamanan dan kedamaian bagi pemiliknya, karena ucapan dan tindakannya mengungkapkan keikhlasan hati, sehingga tidak ada tipu muslihat atau kemunafikan. Akan tapi takut akan Allah dan siksa-Nya. Ketika keamanan memiliki hubungan dengan iman, upaya yang dilakukan untuk menggoyahkan pondasinya Sangat kuat hingga menggetarkan sistem keamanan dan menerabas batasan-batasanya, kemudian tersebarnya fitnah yang menguasai manusia kemudian mengatakan bahwa iman adalah sumber kekacauan dan yang berpegang teguh dengannya adalah orang-orang rusak, sehingga tidak ada kejahatan yang terjadi kecuali  sedikit sekali bahwa adalah kejahatan orang-orang beriman maka bergoncanglah keseimbangan hidup sehingga kemulian menjadi dimiliki orang yang tak memiliki iman. dan artikel ini ditulis untuk mengomentari dan mengubah apa yang dikatakan tentang iman, dan telah terbukti bahwa iman adalah akar keamanan dan keamanan.
Al-Ḍowābiṭ al-Taʿlīmiyyah fī Takwīn Najāḥ Muʿallim Muhammad Chusnul Yakin
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 8 No 2 (2018): September
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.304 KB) | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol8.Iss2.48

Abstract

Pendidikan di dalam Islam memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Pendidikan adalah proses perbaikan yang terwariskan dari para Nabi dan Rasul ‘Alaihim al-Salām dalam menyampaikan pesan Ilahi, sehingga setiap pelaku pendidikan memiliki kedudukan mulia sebagaimana kemuliaan para Nabi dan Rasul. Mereka bak mentari yang menyinari, sehingga siapa yang mengambil ilmunya maka selamat dan siapa yang meninggalkannya maka dia celaka. Kebutuhan kepada sang pendidik yang mumpuni teramat besar terutama di saat kejahilan dan fitnah mulai merebak dan merusak. Kerusakan itu terlihat dari jauhnya masyarakat dari tuntunan dan ilmu yang seharusnya tergambar dalam ucapan dan pola tingkah laku mereka. Di sisi lain keberadaan sang pendidik sendiri yang telah berubah dari sosok yang mendidik menjadi sosok yang dikeramatkan, sikap berlebih-lebihan dalam menyanjung sang pendidik atau tokoh yang dianggap berilmu telah mengesampingkan fungsi ilmu itu sendiri dan lebih kepada pengkultusan yang diharapkan keberkahan, sehingga munculnya sikap berlebihan tersebut menjadi fitnah tersendiri yang tidak hanya menimpa masyarakat akan tetapi terlebih kepada sang pendidik yang telah terabaikan oleh keuntungan materi dari situasi fitnah ini. Karena itu kebutuhan kepada sang Pendidik yang Rabbani menjadi sebuah kebutuhan pokok yang sangat besar dalam menyelamatkan masyarakat dari fitnah kejahilan dan pengkultusan.