Ag. Krisna Indah Marheni
Universitas Sanata Dharma

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Komunikasi Interpersonal Dalam Pernikahan Marheni, Ag.Krisna Indah
SOLUTION, Journal of Counseling and Personal Development Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.607 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa baik komunikasi interpersonal dalam pernikahan pada jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) di Kecamatan Wedi. Adapun subjek penelitian ini adalah jemaat yang sudah menikah selama 10-20 tahun, tinggal bersama, dan menjadi anggota jemaat GKJ di Kecamatan Wedi. Jumlah subjek sebanyak 43 orang. Jenis penelitian yaitu deskripsi kuantitaif. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner komunikasi interpersonal dalam pernikahan, yang terdiri dari 72 item. Adapun aspek-aspek yang digunakan adalah aspek-aspek komunikasi interpersonal dalam pernikahan yaitu; keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Nilai reliabilitas instrumen pada penelitian ini 0.957. Analisis data yang digunakan yaitu  kategorisasi komunikasi interpersonal dalam pernikahan berdasarkan penilaian Azwar (2009). Kategorisasi tingkat komunikasi interpersonal dalam pernikahan digolongkan menjadi lima yaitu; sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik, sangat tidak baik. Berdasarkan hasil penelitian komunikasi interpersonal dalam pernikahan pada jemaat GKJ di Kecamatan Wedi, diketahui bahwa ada 8 orang (19%) memiliki kategori sangat baik, 3 orang (7%) dalam kategori baik, 16 orang (37%) masuk dalam kategori sedang, 15 orang (35%) dalam kategori tidak baik, dan ada 1 orang (2%) dalam kategori sangat tidak baik. Berdasarkan butir item komunikasi interpersonal dalam pernikahan yang capaianya masih tergolong rendah, diusulkan topik-topik pembinaan pasutri jemaat GKJ di Kecamatan Wedi yaitu; komunikasi efektif dalam keluarga, menejemen peran dalam keluarga, berkolaborasi dalam keluarga, manajemen konflik, menjalin hubungan sosial dalam pernikahan, dan menghargai perbedaan.
Art therapy bagi anak slow learner Ag. Krisna Indah Marheni
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak slow learner merupakan anak yang mengalami lamban belajar, lamban terampil, dan lamban mamahami suatu informasi yang diperoleh atau ditangkapnya. Akibat kekurangan maupun kelebihan yang dimilikinya, anak mengalami hambatan dalam belajar, bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, maupun dalam pengelolaan emosi yang mengakibatkan dampakdampak tertentu. Penggunaan art therapy menjadi salah satu teknik kreatif membantu proses belajar dan bersosialisasi yang disukai oleh anak karena menarik dan menyenangkan. Art therapy merupakan kegiatan pembuatan ekpresi seni diri pribadi, baik secara audio, visual, audio-visul dan kinestetik yang dapat membantu meningkatkan keterampilan belajar, emosi dan sosial. Fokus paparan artikel ini adalah penggunaan media art therapy bagi anak slow learner seperti; kinetic sand, game, clay, buku ceritera. Media art therapy tersebut dapat digunakan oleh orangtua dalam membimbingan anak. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah memperkenalkan kepada orangtua tentang penggunaan Art therapy bagi anak slow learner agar dapat membantu mengatasi permasalahan belajar dan sosialisasi anak dengan menggunakan media-media tersebut.   Kata kunci: Art therapy, slow learner, kinetic sand, game, clay, buku ceritera
PELATIHAN PENINGKATAN KOMPETENSI KEPENGASUHAN BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNING BAGI PENGASUH DAN ORANG TUA SISWA PRA SEKOLAH DAN DAY CARE Juster Donal Sinaga; Agustina Krisna Indah Marheni; Brigitta Erlita Tri Anggadewi
Share : Journal of Service Learning Vol. 8 No. 2 (2022): AUGUST 2022
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.373 KB) | DOI: 10.9744/share.8.2.150-158

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam bentuk Preschool, Daycare, dan Taman Kanak-Kanak (TK) berbasis masyarakat semakin banyak. Namun, kehadiran mereka tidak didukung oleh ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten dan terampil. Oleh karena itu, univeristas-universitas perlu hadir melalui pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia di lembaga-lembaga tersebut seperti pelatihan peningkatan kompetensi kepengasuhan berbasis pembelajaran eksperiensial. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kepengasuhan para pengasuh dan orang tua siswa Preschool dan Daycare Pelangiku dengan pelatihan berbasis experiential learning. Tujuan khusus pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan para pengasuh dan orang tua siswa Preschool dan Daycare Pelangiku tentang (1) psikologi anak; (2) komunikasi pengasuhan dan konseling anak; dan (3) parenting. Sasaran kegiatan ini adalah para pengasuh Preschool dan Daycare Pelangiku yang berjumlah 10 orang, dan orang tua siswa sejumlah 20 orang. Kegiatan dilakukan di Preschool dan Daycare Pelangiku Yogyakarta. Untuk mencapai tujuan tersebut metode kegiatan yang dipilih adalah pelatihan berbasis experiential learning. Ketercapaian tujuan kegiatan diukur menggunakan pre-post tes dan evaluasi. Data pre-post tes dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan peningkatan pengetahuan pengasuhan berbasis experiential learning dapat meningkatkan pengetahuan para pengasuh dan orang tua anak Praschool dan Daycare Pelangiku tentang: (1) psikologi anak; (2) komunikasi pengasuhan dan konseling untuk anak; dan (3) parenting setelah mendapatkan materi kegiatan pengabdian. Karena kegiatan pengabdian ini dipandang berhasil maka diperlukan pelatihan tingkat lanjutan untuk meningkatkan keterampilan parenting.
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DAN KETERAMPILAN BERSOSIALISASI PADA WANITA BEKERJA YANG SUDAH MENIKAH Ag. Krisna Indah Marheni
Jurnal Selaras: Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2021): November
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UKI, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.417 KB) | DOI: 10.51212/sel.v4i2.68

Abstract

Topik penelitian ini yaitu Psychological Well-Being dan keterampilan bersosialisasi pada Wanita bekerja yang sudah menikah. Tujuan penelitian mengetahui: 1)hubungan psychological well-being dan keterampilan bersosialisasi; 2)seberapa baik psychological well-being; 3)seberapa baik keterampilan bersosialisasi pada Wanita bekerja yang sudah menikah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskripstif kuantitatif dengan teknik korelasi. Subjek penelitian yaitu Wanita bekerja yang sudah menikah, sejumlah 66 orang. Hipotesis penelitiani; (Ha) ada hubungan yang positif dan signifikan antara psychological well-being dan keterampilan bersosialisasi pada Wanita bekerja yang sudah menikah; (Ho) tidak ada hubungan yang positif dan signifikan antara psychological well-being dan keterampilan bersosialisasi pada wanita bekerja yang sudah menikah. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner psychological well-being yang berjumlah 51 item dan keterampilan bersosialisasi sebanyak 42 item. Koefisien reliabilitas instrument dianalisis dengan menggunakan Teknik Alfa Cronbach yang disesuaikan dengan kriteria Guilford. Hasil perhitungan kuesioner psychological well-being diperoleh koefisien senilai 0.92 dan pada kuesioner keterampilan bersosialisasi sebesar 0.90. Hasil analisis uji hipotesis penelitian menunjukan nilai probabilitas 0.000<0.01, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara psychological well-being dengan keterampilan bersosialisasi pada Wanita bekerja yang sudah menikah. Nilai korelasi penelitian ini sebesar 0.67, artinya ada hubungan positif antara psychological well-being dan keterampilan bersosialisasi. Hasil penelitian juga menunjukan; 40.9% individu memiliki psychological well-being pada kategori sangat baik, 40,9% baik, 18.2% cukup baik, dan 0% tidak baik dan sangat tidak baik. Hasil penelitian juga menunjukan 48,4% individu memiliki keterampilan bersosialisasi pada kategori sangat baik, 44% baik, 7.6% cukup baik, dan 0% tidak ada individu dalam kategori tidak baik dan sangat tidak baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat diartikan, semakin baik psychological well-being maka semakin baik juga keterampilan bersosialisasi pada wanita bekerja yang sudah menikah. Hal ini sangat penting bagi wan ita bekerja yangs udah menikah agar terus dapat memelihara psychological well-being dan meningkatkan keterampilan bersosialisasinya agar terus mampu menjadi pribadi yang sehat-bahagia dan keluarga yang harmonis.
Komunikasi Interpersonal Dalam Pernikahan Marheni, Ag.Krisna Indah
SOLUTION Vol 1, No 1 (2019): Solution : Journal of Counselling and Personal Development
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sol.v1i1.2261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa baik komunikasi interpersonal dalam pernikahan pada jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) di Kecamatan Wedi. Adapun subjek penelitian ini adalah jemaat yang sudah menikah selama 10-20 tahun, tinggal bersama, dan menjadi anggota jemaat GKJ di Kecamatan Wedi. Jumlah subjek sebanyak 43 orang. Jenis penelitian yaitu deskripsi kuantitaif. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner komunikasi interpersonal dalam pernikahan, yang terdiri dari 72 item. Adapun aspek-aspek yang digunakan adalah aspek-aspek komunikasi interpersonal dalam pernikahan yaitu; keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Nilai reliabilitas instrumen pada penelitian ini 0.957. Analisis data yang digunakan yaitu kategorisasi komunikasi interpersonal dalam pernikahan berdasarkan penilaian Azwar (2009). Kategorisasi tingkat komunikasi interpersonal dalam pernikahan digolongkan menjadi lima yaitu; sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik, sangat tidak baik. Berdasarkan hasil penelitian komunikasi interpersonal dalam pernikahan pada jemaat GKJ di Kecamatan Wedi, diketahui bahwa ada 8 orang (19%) memiliki kategori sangat baik, 3 orang (7%) dalam kategori baik, 16 orang (37%) masuk dalam kategori sedang, 15 orang (35%) dalam kategori tidak baik, dan ada 1 orang (2%) dalam kategori sangat tidak baik. Berdasarkan butir item komunikasi interpersonal dalam pernikahan yang capaianya masih tergolong rendah, diusulkan topik-topik pembinaan pasutri jemaat GKJ di Kecamatan Wedi yaitu; komunikasi efektif dalam keluarga, menejemen peran dalam keluarga, berkolaborasi dalam keluarga, manajemen konflik, menjalin hubungan sosial dalam pernikahan, dan menghargai perbedaan.