Ni Putu Rusmini
Akademi Keperawatan Adi Husada

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MOTIVASI KERJA DAN KINERJA ALUMNUS AKPER ADI HUSADA YANG BEKERJA DI RS ADI HUSADA UNDAAN WETAN SURABAYA Ni Putu Rusmini
Adi Husada Nursing Journal Vol 1 No 1 (2015): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.327 KB) | DOI: 10.37036/ahnj.v1i1.7

Abstract

Education and development of the nurse is one of the activities to be carried out by the nursing managers to support the performance of nurses, that are expected to improve the quality of nursing care. The performance assessment is a tool that can be trusted in the control of human resources and productivity. The aim of this study was to identify the motivation to work and work performance of AKPER Adi Husada Surabaya ex-students who worked at the Adi Husada Undaan Wetan Hospital and identify relationship between both factors. This study uses correlation design with cross sectional approach, using consecutive sampling technique and obtained a sample of 94 respondents. Data obtained by using questionnaires and result was tested with Spearman Rank test using computer software with a significance p=0.05. Statistical test results showed r = 0.443, it shows the null hypothesis was rejected so that there was a weak relationship between motivation and work performance AKPER Adi Husada Surabaya ex-students who worked at the hospital Adi Husada Undaan Wetan Surabaya. So motivation factor was not the main factor that causes an increase in performance, but the entire internal and external factors greatly affect the performance of individual nurses. Expected nurses can improve motivation and other factors related to the performance becomes more optimized and can improve the quality of nursing care. Pembinaan dan pengembangan terhadap perawat merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh kepala ruangan atau manajer keperawatan untuk mendukung kinerja perawat, sehingga diharapkan mampu meningkatkan mutu pelayanan keperawatan. Penilaian kinerja merupakan alat yang dapat dipercaya dalam mengontrol sumber daya manusia dan produktivitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi motivasi kerja, kinerja alumnus AKPER Adi Husada Surabaya yang bekerja di RS Adi Husada Undaan Wetan dan hubungan kedua faktor tersebut. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan potong lintang, menggunakan teknik consecutive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 94 responden. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner kemudian diuji dengan Spearman Rank test menggunakan software computer dengan signifikansi p=0,05. Hasil uji statistic menunjukkan r= 0,443, hal tersebut menunjukkan hipotesis nol ditolak sehingga ada hubungan namun bersifat lemah antara motivasi kerja dan kinerja alumnus AKPER Adi Husada Surabaya yang bekerja di RS Adi Husada Undaan Wetan Surabaya. Faktor motivasi kerja bukan faktor utama yang menyebabkan peningkatan kinerja namun seluruh faktor internal maupun ekternal individu sangat mempengaruhi kinerja perawat. Diharapkan perawat dapat meningkatkan motivasi kerja dan faktor lain yang terkait sehingga kinerja menjadi lebih optimal dan dapat meningkatkan mutu pelayanan keperawatan. DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>
DURASI TIDUR DAN OBESITAS PADA DEWASA AWAL USIA 26 – 35 TAHUN DI WILAYAH SIDOTOPO WETAN SURABAYA Ni Putu Rusmini
Adi Husada Nursing Journal Vol 2 No 1 (2016): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.618 KB)

Abstract

ABSTRAKObesitas merupakan krisis kesehatan global yang dialami oleh negara maju dan berkembang termasuk Indonesia. Salah satu faktor yang menyebabkan obesitas adalah pola hidup yang tidak sehat termasuk perilaku sedentary, asupan diit tinggi kalori, stres dan kacaunya pola tidur. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adakah hubungan durasi tidur dengan kejadian obesitas pada dewasa awal usia 26-35 di Wilayah Sidotopo Wetan, Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebesar 30 responden yang mengalami obesitas dengan BMI >30 kg/m2dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden sebagian besar adalah perempuan, usia antara 26-30 tahun, berpendidikan terakhir SMA dan bekerja swasta. Sedangkan hasil tabulasi silang didapatkan 20 orang mengalami obese I dan 12 diantaranya memiliki durasi tidur yang lebih pendek yaitu antara 3-5 jam, dan terbukti ada hubungan antara durasi tidur dengan obesitas dengan p=0.02 (α=0.05). Kebiasaan durasi tidur yang pendek dapat mempengaruhi hormone dan meningkatkan asupan kalori pada malam hari sehingga orang yang terbiasa terjaga pada malam hari sangat rentan mengalami obesitas. Memperbaiki pola tidur dan mengurangi asupan kalori saat terjaga pada malam hari dapat mengurangi resiko obesitas.Kata Kunci: durasi tidur, obesitasABSTRACTObesity is a global health crisis experienced by developed and developing countries, including Indonesia. One of the factors that lead to obesity is an unhealthy lifestyle including sedentary behavior, intake of high-calorie diet, stress and disrupted sleep patterns. The purpose of this study was to determine is there a relationship of sleep duration with obesity in adults 26-35 years old in the region Sidotopo Wetan, Surabaya. This study used correlation analytic method with cross sectional approach. Samples of 30 respondents who were obese with a BMI> 30 kg / m2 and used purposive sampling technique. The results showed the characteristics of respondents are mostly women, aged between 26-30 years, educated past high school and private work. While the results of cross-tabulation obtained 20 people were obese I and 12 of them have shorter sleep duration is between 3-5 hours, and proved there was a relationship between sleep duration and obesity with p= 0.02 (α= 0.05). Habits that short sleep duration may affect hormones and increased the intake of calories at night so people were accustomed awake at night was very susceptible to obesity. Improve sleep patterns and reduce the intake of calories while awake at night can reduce the risk of obesity. Keywords: sleep duration, obesity DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>
GAMBARAN DIRI DAN GANGGUAN AKTIVITAS SAAT MENSTRUASI PADA MAHASISWI Ni Putu Rusmini
Adi Husada Nursing Journal Vol 2 No 2 (2016): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.218 KB)

Abstract

Pada masa menstruasi sebagian besar perempuan mengalami gangguan pada aktivitas kesehariannya. Gangguan tersebut juga berdampak pada perubahan komponen konsep diri terutama gambaran diri. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan perubahan gambaran diri dengan gangguan aktifitas saat menstruasi pada mahasiswi kelas 2B di Akper Adi Husada Surabaya. Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Data yang didapatkan diuji dengan Spearman Rho. Populasi dalam penelitian ini adalah 37 mahasiswi tingkat 2B di Akper Adi Husada Surabaya. Sampel penelitian ini sebanyak 34 responden. Data demografi menunjukkan mayoritas mahasiswi tingkat 2B Akper Adi Husada, usia 20 tahun.Berdasarkan hasil analisa statistik korelasi spearman rhodiperoleh nilai p>ayaitu 0,64 artinya tidak terdapat hubungan antara gambaran diri dan gangguan aktivitas. Hal ini dikarenakan gambaran diri merupakan gambaran seseorang mengenai diri sendiri yang merupakan gabungan dari keyakinan fisik, psikologis, sosial, emosional aspiratif, dan prestasi yang mereka capai. Diharapkan kepada remaja, khususnya tingkat II agar tetap menjaga fisik mereka dengan melakukan olahraga, makan makanan yang sehat, dan istirahat yang cukup. Kata kunci:gangguan gambaran diri, gangguan aktivitas, menstruasi ABSTRACT At menstrual period, most women experienced daily activities disturbance. Those distrurbance also effect to self-image. Aims this study was to analize a correlation between self-concept changing with activities disturbance at menstrual period on 2B class students Adi Husada Nursing Academy. This was a correlational research with cross sectional approach. Data was collected and analized with Spearman Rho. Population of this study was 37 2B class students Adi Husada Nursing Academy. The sample was 34 respondents. The demographic data showed the majority of respondents was on age 20 years old.. Based on the results of statistical analysis using Spearman correlation rho showed p value = 0,64(α< 0,005). Data show that there was not a correlation between self-concept changing and activities disturbance at menstrual period This is because a person's self-concept is a picture of themselves which is a combination of physical confidence, psychological, social, emotional aspirations, and achievements that they have achieved. Expected to youth, in particular the level II in order to maintain their physical exercise, eating a healthy diet, and adequate rest. Keywords: self-concept , activities disturbance, menstrual period DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>
PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DAN PENULARAN PENYAKIT KULIT PADA PETUGAS TPS DI KECAMATAN SAWAHAN SURABAYA Ni Putu Rusmini
Adi Husada Nursing Journal Vol 1 No 2 (2015): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.452 KB) | DOI: 10.37036/ahnj.v1i2.20

Abstract

ABSTRAKPetugas TPS atau petugas pengangkut sampah merupakan pekerja yang setiap harinya mengambil atau mengangkut sampah dari rumah ke rumah untuk dikumpulkan kemudian di pilah-pilah di TPS dan akan dikirimkan ke tempat pembuangan yang lebih besar yaitu Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sepanjang hari petugas TPS bekerja dengan sampah sehingga membuat mereka mempunyai risiko tinggi terkena penularan penyakit kulit, baik yang memiliki efek secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko terkena penularan penyakit kulit adalah dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) Kurangnya kesadaran, kepatuhan dan informasi tentang risiko bahaya, sebagian dari mereka tidak tidak menggunakan APD. APD yang kurang lengkap dapat memungkinkan kontak langsung dengan sampah sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan kesehatan salah satunya yaitu menyebabkan penularan penyakit kulit. Jenis penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Data diuji dengan Spearman rank test. Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan kuesioner. Peneliti menggunakan metode total sampling. Hasil uji statistik menunjukkan p=0.00 (α<0.05) dan r=0.761, sehingga terdapat hubungan yang kuat antara perilaku pemakaian APD dengan penularan penyakit kulit pada petugas TPS. Oleh sebab itu, diharapkan program pemerintah dan petugas kesehatan dapat mendukung penggunaan APD sebagai upaya preventif terhadap penularan penyakit kulit pada petugas TPS.Kata kunci : sampah, petugas TPS, alat pelindung diri (APD), penularan penyakit kulitABSTRACTA garbage worker who take or hauling garbage from house to house and collected and then sorted into the TPS every day and will be sent to landfills larger is the final disposal (landfill). Throughout the day poll workers working with litter so as to make them have a higher risk of skin disease transmission, both of which have the effect of directly or indirectly. One effort that can be done to reduce the risk of skin disease transmission is to use Personal Protective Equipment (PPE) Lack of awareness, compliance and information about the risk of harm, some of them not using PPE. APD incomplete can allow direct contact with garbage, which causes health problems one of which causes the skin disease transmission. This type of research is an analytic correlation with cross-sectional approach. Data were tested with Spearman rank test. The collection of data by means of observation, interviews and questionnaires. Researchers used total sampling method. Statistical analysis showed p = 0.00 (α <0,05) and r = 0.761, so there is a strong relationship between the behavior of the use of PPE with the skin disease transmission at the polling station officials. Therefore, it is expected the government programs and health workers can support the use of PPE as a preventative measure against the spread of skin disease at polling station officials.Keywords: garbage, garbage workers, Personal Protective Equipment (PPE), skin disease transmission. DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>