Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PERMAINAN EDUKATIF FINGER PAINTING TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA PRASEKOLAH 4-5 TAHUN DI TK KUMARA STANA DESA MUNDUK Kadek Dwi Sentana Putra
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 6 No. 1 (2021): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.523 KB) | DOI: 10.52073/midwinerslion.v6i1.203

Abstract

Pendahuluan: Anak usia prasekolah adalah mereka yang berusia 3-6 tahun. Anak merupakan dambaan setiap keluarga. Selain itu setiap keluarga juga mengharapkan anaknya kelak bertumbuh kembang secara optimal. Melukis dengan jari (finger painting) merupakan salah satu kegiatan teknik melukis dengan mengoleskan cat pada kertas basah menggunakan jari jemari yang dapat dilakukan anak untuk menuangkan imajinasinya melalui lukisan yang dibuat dengan jari jemari anak, dalam kegiatan ini dapat melatih motorik halus dan kreativitas yang dimiliki anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh permainan edukatif finger painting terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah 4-5 tahun di TK Kumara Stana Desa Munduk. Metode: Penelitian ini menggunakan pra-eksperimental dengan rancangan one group pre-post test design. Besar sampel dalam penelitian ini 30 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Penelitian ini menggunakan uji paired-t-test didapatkan nilai dengan taraf signifikan p=0,05 didapatkan (p) adalah 0,000 yang menunjukan bahwa p<0,05 (0,000<0,05), artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Simpulan: Disimpulkan bahwa ada pengaruh permainan edukatif finger painting terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah 4-5 tahun di TK Kumara Stana Desa Munduk.
PERBANDINGAN ISTILAH OTONAN YANG TERDAPAT DALAM AGAMA HINDU TERHADAP AGAMA-AGAMA LAIN DI INDONESIA Komang Trisna Dewi; Ida Ayu Diah Larashanti; Kadek Dwi Sentana Putra
Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Guna Widya Volume 10 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religions in the world and in Indonesia which are included in the largest religions because of the number of adherents, are Christianity, Islam, Hinduism, Buddhism, and Confucianism. This study focuses on one of the yadnya ceremonies contained in Hinduism known as Otonan where the researchers will observe and compare what terms are used by other religions in commemorating the birth day that is believed to be. This research is a qualitative research. Collecting data in this study using the method of observation and literature study. The data of this study were analyzed using a qualitative descriptive technique. The results of the research are presented in a descriptive or narrative form that is creative and in-depth. The results of the study are as follows: In Hinduism, this Otonan has the meaning of Birthday based on the Wuku Balinese Calendar. With the term Otonan, Hindus carry out a ceremony to commemorate the birthday of their people. In Christianity, the day of the Holy Spirit is celebrated every Sunday as a celebration of the resurrection of Jesus Christ from the dead. In Catholic teaching, the term otonan in Hinduism can be equated with the Selapanan ceremony. In Islamic teachings, the term is equated with the birthday of the Prophet's Birthday. The moment of someone's birth is one of the most awaited moments. Moreover, that moment was the birth of a great human being. In Buddhism, the term otonan can be equated with Vesak Day as a commemoration of the birth, enlightenment, and death of the Buddha, Siddharta Gautama. In the teachings of Confucianism, there are no celebrations that have the same purpose as the term otonan found in Hinduism.
ANALISA PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN DALAM KEGIATAN PEMBINAAN APEL PAGI DI SD NEGERI KEDISAN Ni Ketut Dewi Setiawati; Kadek Dwi Sentana Putra
Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Pendidkan Dasar Rare Pustaka
Publisher : ITP Markandeya Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59789/rarepustaka.v7i1.349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana pembentukan karakter kedisiplinan dan perilaku peserta didik melalui pelaksanaan program rutin, sehingga mampu menghasilkan karakter yang baik dan diterapkan pada siswa di SD Negeri Kedisan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data yang dikumpulkan dan dianalisis berupa data kualitatif. Informasi diperoleh melalui pengumpulan data secara langsung maupun tidak langsung, termasuk wawancara dengan guru dan siswa SD Negeri Kedisan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa dan guru di SD Negeri Kedisan. Berdasarkan data yang diperoleh, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan apel pagi yang rutin dilaksanakan dapat berfungsi sebagai wadah yang efektif untuk membangun dan menanamkan karakter disiplin, tanggung jawab, sopan santun, serta penghargaan terhadap guru dan sesama teman. siswa dapat menaati peraturan sekolah dengan berangkat lebih awal dan memakai seragam lengkap. Siswa dapat lebih teratur saat baris berbaris di lapangan untuk melaksanakan apel pagi. Budaya antri saat berjalan menuju lapangan ini selain menumbuhkan karakter disiplin juga menumbuhkan kesabaran, solidaritas, sikap menghargai dan tenggang rasa terhadap orang lain.