Nesya Novita Dwi Aryani
Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Campur Kode pada Tuturan Siswa Sekolah Dasar Laboratorium Percontohan (SDLP) UPI Kampus Serang Tiya Melaeni; Eva Nurhandayani; Nesya Novita Dwi Aryani
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 1 (2018): DIDAKTIS 3: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2018
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.6 KB)

Abstract

Campur kode tuturan Bahasa Siswa merupakan suatu tutur kata yang diucapkan oleh siswa dan digunakannya ketika berkomunikasi dengan teman-teman sekitarnya, orang tua maupun oleh guru. Ketika siswa berkomunikasi Bahasa yang digunakan tidak murni menggunakan BahasaIndonesia yang baik dan benar namun kebanyakan siswa yang masih terbawa oleh Bahasa ibu atau Bahasa dari daerahnya masing-masing. Sehingga, terjadi pencampuran Bahasa didalam komunikasi siswa tersebut. Pencampuran Bahasa siswa lebih dominan tehadap Bahasa jawa dansunda. Bahasa merupakan peranan yang sangat penting pada saat berkomunikasi juga dapat mengekspresikan pikiran dan perasaan seseorang. Tujuan penelitian ini supaya dapat menganalisis tuturan Bahasa siswa yang digunakannya saat berkomunikasi serta dapat mengetahui bagaimana siswa ketika menggunakan Bahasa campur kode dan dapat mengetahui dampak positif maupun negative terhadap pengetahuan anak terkadap pembendaharaan kata maupun kosakatanya. Hasil dari penelitian mengenai analisis campur kode tuturan siswa yaitu dapat memperoleh pengetahuan mengenai konteks penggunaan Bahasa yang sering digunakan oleh siswa ketika di rumah maupun di sekolah serta dilingkungan luarnya dan penyebabnya. Karena faktor terjadinya campur kode tersebut berasal dari keluarga yang menggunakan Bahasa daerah sehingga ketika berbicara dengan anak nya tidak menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Faktor lain terjadi dari luar lingkungan seperti yang telah penulis dapat ketika penelitian ini bahwa ada sebagian siswa yang menggunakan Bahasa asing seperti Bahasa Malaysia dan inggris Bahasa tersebut diucapkan oleh siswa karena sering menonton film yang menggunakan Bahasa tersebut sehingga anak terbawa dan teringat lalu mengucapkannya ketika berbicara.