Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Unsur Didaktis Pada Serial Si Unyil Sebagai Bahan Ajar Drama di Kelas VI Sekolah Dasar Wahyu Sopian
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 1 (2018): DIDAKTIS 3: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2018
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.806 KB)

Abstract

Acara televisi adalah sahabat anak ketika ia berada di rumah. Waktu anak di sekolah hanya 4-5 jam, sisanya anak habiskan di rumah denganbermain bersama teman-temannya, atau berkumpul dengankeluarga yaitu salah satunya dengan menonton tayangan televisi. Kebenyakan tontonan anak saat ini adalah tontonan dewasa yang sangat tidak layak anak tonton karena tidak memiliki nilai didaktis. Minimnya tontonan anak saat ini sehingga anak bisa menonton apa saja yang ada di televisi. Pada tahun 80-an ada satu serial anak yaitu Si Unyil yang memiliki nilai didaktisdidalam ceritanya.Metode yang digunakan untuk membuktikan terdapatnya unsur didaktis dari serial si unyil ini adalah metode analisis konten, yaitu dengan menganalisis dokumen berupa serial si unyil dengan judul “ayam pak raden” yang didownload dari youtube.Setiap adegan didalam certanya terdapat banyak nilai didiaktis yang dapat ditanamkan pada anak. Berdasarkan temuan penelitian dari serial si unyil, nilai didaktis yang terdapat didalamnya antara lain: mengajarkan pentingnya bangun pagi sebelum ayam berkokok, tidak menyakiti hewan peliharaan, pentingnya mengucap salam dan menjawab salam,Menolong orang lain ketika mengalami kesulitan, Melaksanakan tugas yang di berikan, Jangan berbohong, Jangan menolong karena imbalan, jangan mempunyai sifat licik, kejahatan pasti ada balasannya. Untuk itu, serial si unyil dapat guru sajikan di kelas sebagai bahan ajar drama agar pelajaran bahasan indonesia bisa lebih menarik minat belajar siswa, serta bisa dijadikan percontohan program televisi yang memiliki nilai didaktis yang harus ada di acara televisi, sehingga orangtua tidak khawatir dengan acara yang ditonton buah hatinya.
Kecerdasan Emosional dalam Film 5 Elang Karya Salman Aristo dan Relevansinya pada Perkembangan Sosial Anak Usia SD Wahyu Sopian; Nurul Safira
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2019): DIDAKTIS 4: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2019
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.164 KB)

Abstract

Orang tua, umumnya menginginkan anak-anak mereka cerdas. Namun cerdas yang diinginkan adalah cerdas dalam bidang akademik. Padahal kecerdasan akademik bukanlah segalanya, ada kecerdasan lain yang tidak kalah penting yaitu kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional penting karena kecerdasan ini berpengaruh pada kesuksesan anak dalam tumbuh kembang dan besosial. Pada era teknologi informasi,komunikasi dan multimedia sekarang ini, apapun dapat memberi dampak pada kecerdasan anak baik secara kognitif maupun afektif. Penelitian inimeneliti salah satu produk media komunikasi yaitu film. Media komunikasi film diyakini turut memberikan efek pada penontonnya yangmenyentuh sisi emosional. Film yang di teliti adalah film Elang. Peneliti mengindikasi dan mengidentifikasi isi dalam film 5 Elang memiliki nilaikecerdasan emosional. Kecerdasan emosinal dalam film 5 Elang sesuai dengan teori kecerdasan emosional Daniel Goleman. Peneliti menemukan kecerdasan emosional dalam film tersebut memiliki relevansi pada perkembangan social anak usia SD. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menonton film 5 Elang. Analisa data dilakukan dengan metode analisis isi. Metode keabsahan data dengan menggunakan ketekunan pengamatan, yaitu mencari secara konsisten interpretasi dengan berbagai cara dengan proses analisis yang konstan atau tentative.Hasil penelitian menunjukkan, film 5 Elang memiliki makna kecerdasan emosional, yaitu berupa mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain dan membina hubungan. Kecerdasan-kecerdasan emosional tersebut memiliki relevansi pada perkembangan sosial pada anak usia SD, yaitu kecerdasan emosianal berpengaruh pada interaksi sosial, membantu anak dalam berkomunikasi. Secara umum kecerdasan emosional membantu anak dalam penyesuaian diri di lingkungan sosial.