Prijono Nugroho Djojomartono, Ph.D.
Universitas Gadjah Mada (UGM)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Industri di Kabupaten Kendal Tahun 2014 - 2018 Fitrian Adiyaksa; Prijono Nugroho Djojomartono, Ph.D.
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 3, No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.55519

Abstract

Kendal Regency is an agrarian area with a percentage of agricultural land 54.57% of the total land area of 1,002.23 km2. With the government programs of construction of the Kendal Industrial Park (Kendal Industrial Park) which was built on an area of 2,700 hectares. Most of the land used for development of the Kendal Industrial Area is agricultural land. The purpose of this study was evaluated about the suitability of land use change from agricultural land into industrial land in Kendal Regency in period of 2014 to 2018 with the Kendal Regency Regional Spatial Plan in 2011 - 2031. The research method was quantitative. The method of data collection in this study was census about industry location permit and land use change permit in Kendal Regency from 2014 to.d. 2018. The data collection technique in this research was documents review about secondary data from related institutions. Data analysis techniques in this study were divided into spatial analysis and statistical analysis. The spatial analysis technique used Geographic Information System (GIS) concept, and used overlay method on digital maps. Statistical analysis used to produce information in tables and graphs. The results of this study indicate about the growth in period 2014 to 2018, the number of land use permits increase to 134 permits devide by 34 industry location permit with covering area about 732,792 m2 and 100 land use change permit with covering area equal 690,303 m2. In addition, about 91.18% of industrial location permits and 62% of land use change permits from agriculture into industries in accordance with the Kendal Regional Spatial Plan between 2011 to 2031.
Analisis Kesesuaian Lahan Permukiman di Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul menggunakan Pendekatan Analytic Hierarchy Process Hera Ratnawati; Prijono Nugroho Djojomartono, Ph.D.
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 3, No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.59057

Abstract

Peran Kecamatan Playen sebagai kecamatan dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Kabupaten Gunungkidul berpengaruh terhadap peningkatan kepadatan penduduk yang ada pada daerah tersebut setiap tahunnya. Kepadatan penduduk yang semakin meningkat dari tahun ke tahun menyebabkan kebutuhan akan ruang juga semakin meningkat, yang berdampak pada terjadinya alih fungsi lahan menjadi lahan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kesesuaian lahan permukiman di Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul menggunakan metode Analytic Hierarchy Proces. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa data parameter AHP, Peta RDTR Kecamatan Playen dengan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2011 dan update data yang dilakukan pada tahun 2018, serta data administrasi berupa batas desa dan batas kecamatan Playen. Data parameter AHP terdiri dari kerawanan bencana, kemiringan lereng, penggunaan lahan, hidrogeologi, jarak terhadap jalan, jenis tanah dan curah hujan. Kesesuaian lahan permukiman diperoleh dengan metode Analytic Hierarchy Process. Proses yang dilakukan yaitu penghitungan AHP dengan menggunakan software Expert Choice 11, pembobotan terhadap masing-masing data parameter, untuk selanjutnya ditampalkan terhadap data administrasi Kecamatan Playen. Hasil akhir dalam penelitian ini yaitu tingkat kesesuaian lahan permukiman di Kecamatan Playen, yaitu S1 (sesuai), S2 (agak sesuai), S3 (kurang sesuai), N1 (tidak sesuai untuk saat ini), dan N2 (tidak sesuai permanen), dengan masing-masing luasan 1.771 ha dan proporsi 16,974  %; 3.865 ha dan proporsi 37,042 %,; 2.647 ha dan proporsi 25,367 %,; 1.893 ha dan proporsi 18,144 %; dan 258 ha dan proporsi 2,472 %.