Syafril Ramadhon
PPSDM Migas Kementerian ESDM

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Ketelitian Posisi Tiga Dimensi dari Perangkat Lunak Pengolahan Data GNSS Komersial Syafril Ramadhon; Wahyu Widiat Miko; Gian Nugraha
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 3, No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.58768

Abstract

Pasar receiver GNSS di Indonesia sudah semakin berkembang dan bergerak ke arah positif, yang ditandai dengan penjualan yang semakin meningkat serta semakin beragamnya merk receiver GNSS dan perangkat lunak pengolahan data yang ada di pasaran. Atas dasar banyaknya perangkat lunak pengolahan data GNSS yang beredar di Indonesia, maka rumusan masalah yang dikedepankan dalam penelitian ini adalah apakah setiap perangkat lunak pengolahan data GNSS dapat memberikan hasil koordinat tiga dimensi yang sama dari suatu data pengukuran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan koordinat tiga dimensi hasil survey GNSS menggunakan tiga perangkat lunak pengolahan data GNSS komersial. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan data survey GNSS menggunakan metode relatif diferensial static pada moda radial pada delapan titik pengamatan dengan panjang baseline < 300 m dan lama pengukuran > 30 menit menggunakan tiga perangkat lunak pengolahan data GNSS komersial, yaitu Trimble Business Center (TBC), Leica Geo Office (LGO), dan MAGNET Tools (MT). Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil pengolahan data pada tiga perangkat lunak pengolahan data GNSS komersial di delapan titik pengamatan dengan perbedaan maksimum kisaran 5 mm pada sumbu northing, 9 mm pada sumbu easting, dan 68 mm pada data tinggi.
Perbandingan Posisi Tiga Dimensi Pengukuran GNSS Menggunakan Metode Diferensial Statik dengan Berbagai Variasi Epoch Rate Syafril Ramadhon
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 4, No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.66327

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi ketelitian posisi yang dihasilkan pada pengukuran Global Navigation Satellite Syatems (GNSS) dengan metode diferensial statik yaitu epoch rate. Penelitian difokuskan dalam menganalisis seberapa besar pengaruh variasi epoch rate pada data koordinat tiga dimensi yang dihasilkan pada pengukuran GNSS dengan metode diferensial statik. Metode yang digunakan yaitu membandingkan data koordinat tiga dimensi lima titik pengamatan dari pengukuran GNSS dengan metode diferensial statik dalam moda radial dengan variasi epoch rate sebesar 1”, 5” 10”, dan 15” yang ditetapkan sama pada receiver GNSS yang ditempatkan di base dan rover. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil koordinat tiga dimensi pada setiap variasi epoch rate di setiap titik pengamatan di sumbu easting, northing, data tinggi, dan jarak datar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata sebesar 0,005 m pada sumbu easting, northing dan data tinggi pada setiap variasi epoch rate. Adapun pada perbedaan jarak, terdapat perbedaan rata-rata sebesar 0,008 m pada setiap variasi epoch rate. Adapun berdasarkan hasil uji signifikansi, tidak ada perbedaan yang signifikan pada variasi epoch rate di sumbu easting, northing, dan data tinggi.
Perbandingan Ketelitian GNSS dengan Metode NRTK, Real-Time PPP dan Post-Processed PPP Syafril Ramadhon; FX. Yudi Tryono; Ihwan Fauzi; Gian Nugraha Pramudita
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 5, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.73558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ketelitian data koordinat tiga dimensi pengukuran GNSS dengan metode Network Real-Time Kinematik (NRTK), Real-Time Kinematik Precise Point Positioning (RTK-PPP) dan Precise Point Positioning (PPP) secara post-processing. Metode penelitian dilakukan dengan membandingkan data posisi tiga dimensi dari enam titik pengamatan yang masing-masing dwiukur menggunakan setiap metode pengukuran GNSS tersebut. Metode NRTK dilakukan dengan menggunakan stasiun Continuously Operating Reference Station (CORS) milik Badan Informasi Geospasial (BIG), metode RT-PPP dilakukan dengan menggunakan layanan koreksi secara Real-Time dari Trimble Center Point RTX, Adapun metode PPP pengolahan data dilakukan dengan memanfaatkan layanan Trimble CenterPoint RTX Post-Processing. Analisis data dilakukan dengan membandingkan data posisi horizontal serta data tinggi dengan setiap metode pada setiap titik pengamatan. Analisis data juga dilakukan pada waktu pengamatan yang dibutuhkan pada metode NRTK dan RT-PPP untuk mencapai ketelitian tiga dimensi di bawah 5 cm.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata pada posisi horizontal untuk setiap metode sebesar 0.224 m di sumbu easting dan 0.096 m di sumbu northing. Adapun untuk data tinggi perbedaan rata-rata terbesar adalah pada metode NRTK yang dibandingkan dengan metode PPP ITRF 2008 dan 2014 yaitu sebesar 0.255 m dan perbedaan rata-rata terkecil adalah pada metode NRTK yang dibandingkan dengan metode RT-PPP yaitu sebesar 0.077 m. Terkait dengan waktu pengamatan, pada metode NRTK, waktu yang diperlukan untuk mencapai ketelitian yang stabil < 5 cm pada lokasi pengamatan yang bebas obstruksi memerlukan waktu kurang dari satu menit, sedangkan pada metode RT-PPP, waktu yang diperlukan memerlukan waktu dengan kisaran antara 11 hingga 20 menit.