Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FUNGSI KELOMPOKTANI DALAM AKSESIBILITAS INOVASI TEKNOLOGI MUTU PAKAN TERNAK DOMBA DI WILAYAH KABUPATEN GARUT Maspur Makhmudi; Chifayah Astuti
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.655 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v14i1.177

Abstract

Pada umumnya petani terkendala rendahnya kemampuan pengetahuan, sikap dan keterampilannya untuk memecahkan permasalahan kelompok dalam usahataninya. Produktivitas ternak masih rendah karena minimnya kapasitas para peternak seperti memecahkan masalah dalam proses usahataninya secara lebih efektif dalam akses informasi, dan teknologi. Tujuan penelitian: (1) mengkaji karakteristik responden mengenai fungsi kelompoktani dalam aksebilitas inovasi teknologi mutu pakan ternak; (2) mengkaji kemampuan responden mengenai pengetahuan fungsi kelompoktani dalam aksebilitas inovasi teknologi mutu pakan ternak; (3) menganalisis hubungan antara karakteristik responden dengan kemampuan responden mengenai pengetahuan fungsi kelompoktani dalam aksebilitas inovasi teknologi mutu pakan ternak. Sasaran penelitian adalah Kelompoktani Barokahtani dan Pakasaban Desa Haruman Kecamatan Leles dengan teknik “purposive” pada bulan Maret -Mei 2018. Penetapan sampel berjumlah 60 orang dengan teknik “sensus” berdasarkan kriteria peternak yang memiliki ternak domba jantan usia pertumbuhan antara 8-12 bulan. Analisis data dengan statistik deskriptif dan korelasi person product moment. Hasil penelitian adalah (1) sebagian besar responden (57%) berpendidikan SD dan dominasi pengalaman usaha responden (≥11 tahun) berjumlah 90% yang diindikasikan rendahnya kemampuan mereka saling pengertian antar anggota kelompoknya, disisi lain mereka mampu beradaptasi dan mudah menerima serta menerapkan inovasi teknologi mutu pakan ternak;(2) Kemampuan pengetahuan dan keterampilan sebagian besar responden (57%) sangat memadahi seperti keinginan bekerjasama dan menciptakan suasana keterbukaan untuk menyatakan pendapat dalam aksesibilitas inovasi teknologi mutu pakan ternak; (3) Hubungan antara karakteristik responden dengan fungsi kelompoktani lemah (r = 0,360) diartikan kemampuan responden agar bisa merubah pola pikir untuk menyusun rencana kegiatan usaha dan pengambilan keputusan masih lemah dalam aksesbilitas inovasi teknologi mutu pakan ternak.
ANALISIS SOSIO-DEMOGRAFIS DAN PENDAPATAN PETANI DALAM PENGEMBANGAN BIBIT HIJAUAN PAKAN TERNAK RUMINANSIA Chifayah Astuti; Maspur Makhmudi; Vivi Lusia
Agrisia: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 12 No. 2 (2020): Agrisia
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber bibit tanaman hijauan pakan ternak (HPT) ruminansia seperti rumput odot sangat terbatas disebabkan struktur umur petani dominan sudah tua di atas 45 tahun, minat Pemuda Tani bekerja di bidang pertanian masih rendah, dan mengusahakan pertanian dengan lahan sempit. Secara ekonomis usaha HPT menguntungkan bagi peternak terutama jika menggunakan jenis dan varietas unggul yang memiliki potensi produksi dan kualitas tinggi. Tujuan penelitian adalah: (1) Mengetahui profil sosio-demografis petani responden dalam usahatani pengembangan sumber bibit  tanaman hijauan pakan ternak (HPT)  ruminansia; (2) Mengetahui keuntungan bersih dan kelayakan usaha pengembangan sumber  bibit  tanaman hijauan pakan ternak (HPT) ruminansia. Lokasi penelitian diwilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat dan terpilih Kecamatan Cipunagara di dua desa ( Desa Padamulya, dan Desa Wanasari), dan Kecamatan Pegaden Barat di Desa Bendungan. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Juli  - September  2017. Penetapan sampel berjumlah 35 orang  dengan teknik “Purposive”. Analisis data dengan “statistik deskriptif”(descriptive statistics). Hasil penelitian , yaitu: (1)   Sebagian besar responden usia  produktif (  15 – 60 tahun ) diantaranya yang dominan adalah non-Pemuda Tani usia >30 tahun ( 91% ) dihawatirkan dapat mengancam keberlanjutan pembangunan pertaniankhususnya  sub sektor peternakan; (2) Pendapatan usaha  HPT rumput odot memadahi dan layak untuk diperluas serta  dilanjutkan.Kata Kunci: Sosio Demografis, Pendapatan Petani, Bibit Hijauan Pakan Ternak.